Gillard akan minta maaf atas adopsi paksa

Gillard akan minta maaf atas adopsi paksa

Gillard akan minta maaf atas adopsi paksa

Diperbaharui 19 December 2012, 9:41 AEST

Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, telah menetapkan tanggal bagi permintaan maaf resmi kepada mereka yang menjadi korban praktik adopsi paksa ditahun-tahun 1950-an dan 1960-an.

Permintaan maaf itu menyusul pengusutan oleh Senat, yang mendapati hingga 250-ribu bayi diambil paksa dari ibu mereka, yang kebanyakan masih muda dan belum menikah.

Pemerintah telah menegaskan, Gillard akan mengeluarkan permintaan maaf di Parlemen pada tanggal 21 Maret.
 
Dikatakan, pernyataan maaf itu akan mengakui penderitaan dan kepedihan akibat praktek tersebut dan bertujuan membantu proses penyembuhan bagi keluarga-keluarga menderita dampaknya.
 

Upacara itu akan terbuka bagi para korban termasuk para ibu dan ayah yang dipaksa berpisah dari anak-anak mereka, anggota keluarga lainnya yang terkena dampaknya, dan anggota keluarga besar lainnya.

Pada bulan Februari, Komisi Senat merekomendasikan agar pemerintah mengeluarkan permintaan maaf resmi atas praktik adopsi paksa di masa lalu, yang dilukiskan sebagai biadab dan mengerikan dalam sejarah Australia.

Pengusutan selama 18 bulan itu menerima ratusan masukan dan berbicara kepada puluhan saksi.

Negara bagian Tasmania, Queensland dan Victoria sudah meminta maaf.