Pelaku pemerkosaan di India diancam hukuman mati

Pelaku pemerkosaan di India diancam hukuman mati

Pelaku pemerkosaan di India diancam hukuman mati

Terbit 19 December 2012, 12:57 AEST

Kepala Kepolisian di New Delhi menuntut hukuman mati bagi para pelaku pemerkosaan terhadap seorang siswa berusia 23 tahun yang dilakukan di dalam sebuah bis sekolah.

Menurut laporan pihak kepolisian, korban yang adalah seorang siswa dan teman prianya juga mengalami pemukulan secara brutal, sebelum akhirnya dilempar dari dalam bus.

Didugaan aksi ini dilakukan secara berkelompok dan telat menuai kemarahan dari warga di India soal perilaku terhadap wanita.

Bahkan sejumlah aksi protes juga dilakukan di jalanan menanggapi insiden ini.

"Kita akan memberikan hukuman paling parah, yakni hukuman seumur hidup bagi pelaku yang terlibat dan kita akan juga memberikan proposal bagi pelaku pemerkosa agar dijatuhi hukuman mati," kata

"We will seek the most severe punishment of life imprisonment for the culprits and we will send a proposal to the government for the death sentence for rapists," ujar Komisaris Kepolisian New Delhi, Neeraj Kumar.

Sejumlah politisi, termasuk Sushma Swaraj, ketua partai oposisi BJP, juga meminta agar pemerkosa mendapatkan hukuman gantung.

Korban wanita masih berada di unit perawatan intensif di sebuah rumah sakit, sementara korban pria juga mendapatkan perawatan akibat sejumlah luka-luka yang dideritanya.

Kasus ini telah menajdi perdebatan yang hangat di parlemen India, juga muncul sebagai tajuk utama di sejumlah koran.

Pelecehan perempuan merupakan masalah serius di banyak kota-kota di India.

Para aktivis juga mengkritik dengan tuduhan "wanita yang menggoda", karena istilah ini berbahaya yang justru menyembunyikan perilaku seksual yang kasar di India.

Menurut data resmi pemerintah, kasus pemerkosaan di India telah meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu 1998 hingga 2008.

Awal pekan ini, sejumlah pengunjuk rasa memblokir jalanan di sebelah selatan kota New Delhi dan sebagian melakukannya di depan kantor polisi.

"Tidak ada lagi pemerkosaan dan pelecehan," teriak para pendemo.

AFP