PM sementara Fiji umumkan keadaan darurat di Fiji

PM sementara Fiji umumkan keadaan darurat di Fiji

PM sementara Fiji umumkan keadaan darurat di Fiji

Diperbaharui 19 December 2012, 17:09 AEDT

Badai siklon Evan hantam kawasan turis, Fiji. Ribuan orang telah mengungsi. 

Badai siklon Evan menjadi badai terbesar yang menghantam kepulauan Fiji dalam 20 tahun terakhir, dengan kecepatan angin mencapai 270 kilometer perjam.

Badai juga telah menyebabkan banjir bandang di sejumlah kawasan di Fiji.

Keadaan darurat bencana akan berlaku selama 15 hari dan pihak berwenang diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan.

Pemadaman aliran listrik terpaksa membuat ribuan orang kini hidup tanpa listrik, dan yang diprioritaskan mendapat listrik kembali adalah sejumlah pelayanan penting.

Hal ini diungkapkan oleh Penasehat Tanggap Bencana dari PBB, Peter Muller.

"Prioritas kita adalah untuk kembali menyalakan pembangkit listrik dan pemulihan kebutuhan air," ujar Peter kepada Radio Australia.

"Dan kita harus menyakinkan bahwa warga yang berada di pusat evakuasi mendapatkan kebutuhan mendasar lainnya, seperti makanan dan tempat tinggal sementara karena rumah mereka telah hancur."

Diperkirakan ada sekitar 13.000 orang yang hidup di tempat perlindungan sementara.

Sementara bandar udara Nadi telah dibuka kembali dengan penerbangan pertama sekitar pukul 2 sore waktu setempat, kemarin.

Usai badai, banjir meluas, menghancurkan rumah-rumah, jembatan, dan jalanan.

Pemerintah telah memperingatan masih akan adanya luapan air, dan menghimbau agar warga di daratan rendah untuk segera pindah ke pusat-pusat evakuasi.

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa.

"Bencana ini telah menghancurkan rumah-rumah, tetapi tidak ada kerusakan yang lebih besar lagi," ujar Sharon Smith-Johns, juru bicara pemerintah.

 

 

Australia janjikan bantuan

Australia telah menjanjikan bantuan awal senilai $1 juta masing-masing kepada Fiji dan Samoa sebagai bantuan darurat dan membeli pasokan kebutuhan bagi warga yang terkena dampak badai.

Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr mengatakan dua ahli dari lembaga donor AusAID bertolak ke Suva untuk membantu dalam melihat kerusakan dan menanggapi kebutuhan bantuan yang mendesak.

"Korps Sipil Australia juga telah siaga siaga untuk keberangkatan awal," uajr Bob.

"Untuk membantu tetangga kita di kepulauan Pasifik, Australia akan membantu dalam melakukan penilaian kerusakan dan kami akan memberikan dukungan logistik, termasuk barang-barang bantuan seperti terpal, tablet air dan tempat berlindung.

"Mereka yang akan menerima bantuan ada sekitar 1.500 kepala keluarga di Fiji dan 4.000 di Samoa."

Australia akan pertimbangkan bantuan tambahan di Samoa dan Fiji usai pertemuan dengan kedua pemerintahan setempat dan mengetahui luasnya kerusakan.