Rakyat Korea Selatan memilih presiden baru

Rakyat Korea Selatan memilih presiden baru

Rakyat Korea Selatan memilih presiden baru

Diperbaharui 19 December 2012, 9:58 AEST

Pertarungan seru diprediksi bakal terjadi dalam pemilihan presiden di Korea Selatan, yang mungkin akan menghasilkan pemimpin wanita pertama negara itu.

Siapa yang menang akan menghadapi berbagai tantangan dalam dan luar negeri, termasuk Korea Utara, ekonomi yang melamban dan biaya tunjangan kesejahteraan yang membengkak di negara yang populasi manulanya semakin banyak itu. 

Calon partai konservatif, Park Geun-Hye, nampaknya bakal membuat sejarah sebagai presiden wanita pertama di negara yang masih didominasi pria itu, dan merupakan yang pertama yang berkaitan dengan seorang mantan presiden.

Park, 60 tahun, adalah putri dari pemimpin Korea Selatan, mendiang diktator Park Chung-Hee, yang dikagumi karena mengentaskan negara itu dari kemiskinan, tapi juga dicela karena penindasannya yang keras terhadap pembangkang selama 18 tahun berkuasa.

Ia ditembak mati oleh kepala intelijennya di tahun 1979.

Ibu Park terbunuh lima tahun sebelumnya oleh seorang bersenjata yang pro-Korea Utara, yang sebenarnya bertujuan membunuh suaminya.

Saingan Park adalah Moon Jae-In yang berhaluan liberal dari partai oposisi utama, seorang mantan pengacara HAM yang pernah dipenjarakan karena melancarkan protes menentang rejim ayah Park.

Persaingan ketat

Jajak pendapat terakhir menunjukkan, Moon berhasil mengikis keunggulan tipis Park selama kampanye, sehingga hasilnya terlalu sulit untuk diramalkan.

Kedua capres berbicara tentang "demokratisasi ekonomi" - tentang mengurangi kesenjangan sosial yang ditimbulkan oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat - dan berjanji akan menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan anggaran kesejahteraan.

Moon lebih agresif dalam usulnya untuk mengekang pengaruh konglomerat-konglomerat keluarga atau "chaebol" yang mendominasi ekonomi.

Kendati keduanya mengisyaratkan keingingan untuk merangkul Pyongyang, namun pendekatan Park jauh lebih hati-hati dari pada janji Moon untuk memulai kembali bantuan tanpa prasyarat dan mengusahakan suatu KTT dini dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Meskipun hubungan Utara-Selatan tidak menjadi issue utama kampanye, namun peluncuran roket jarak jauh Korea Utara minggu lalu merupakan peringatan tentang ancaman yang tidak dapat diprediksi di seberang perbatasan.

Wanita pertama

Dalam himbauan terakhirnya pada konferensi pers yang disiarkan di televisi, Park menjanjikan kepemimpinan yang kuat dan bergaya keibuan yang akan menuntun negara itu melalu berbagai tantangan krisis ekonomi global.

Moon populer di kalangan pemilih muda sedangkan konstituen Park adalah kalangan lebih tua dan lebih konservatif, khususnya mereka yang mengagumi ayahnya.

TPS-TPS dibuka pada pukul 6:00 pagi waktu setempat hari Rabu dan tutup pukul 6:00.

Hasilnya diperkirakan Kamis pagi.