Anak usia tiga tahun menetaskan telur ular berbisa di kamarnya

Anak usia tiga tahun menetaskan telur ular berbisa di kamarnya

Anak usia tiga tahun menetaskan telur ular berbisa di kamarnya

Terbit 20 December 2012, 18:07 AEST

Seorang anak di kota Townsville, negara bagian Queensland di Australia, telah menetaskan beberapa telur salah satu jenis ular paling berbahaya di dunia - di lemari kamar tidurnya. 

Media melaporkan Kyle Cumming, 3 tahun, menemukan telur-telur ular tersebut beberapa minggu yang lalu ketika sedang bermain di kebun belakang rumahnya dan kemudian menaruh telur-telur tersebut di lemari kamar tidurnya. 

Pada hari Senin, ibunya menemukan tujuh bayi ular di dalam pembungkus makanan plastik yang dia berikan ke anaknya setelah dia menemukan telur-telur tersebut. 

Ular jenis Eastern brown snake ini menduduki posisi kedua setelah inland taipan, yang juga berasal dari Australia, sebagai ular paling berbisa di planet bumi, dan merupakan jenis ular yang menyebabkan paling banyak kematian karena gigitan ular di Australia.  

Petugas dari Queensland Museum dan ahli ular, Steve Wilson, mengatakan walaupun ular-ular tersebut masih kecil, kalau Kyle digigit, maka hasilnya bisa mematikan. 

"Ular berbisa apa pun, segera setelah menetas, memiliki kemampuan untuk meracuni, karena hal pertama yang mereka harus lakukan adalah menangkap dan membunuh mangsa," katanya. 

'Sangat beruntung'

Steve Wilson mendorong orang tua di Australia untuk mengajari anak-anak mereka agar tidak menyentuh ular seperti apa pun. 

"Anda sebaiknya menekankan kepada anak-anak untuk tidak menyentuh ular atau binatang yang tampak seperti ular, bukan untuk menanamkan rasa takut, tapi untuk selalu berhati-hati," katanya. 

Ibu Kyle, Donna Sim, mengatakan kepada News Limited bahwa dia sangat terkejut ketika menemukan bahwa telur-telur tersebut adalah telur ular. 

"Saya sangat kaget, terutama karena saya tidak suka ular," katanya. 

Dilaporkan, Donna Sim dan Kyle membawa pembungkus makanan plastik berisi ular tersebut ke sebuah suaka alam, di mana penjaga hutan membantu mereka untuk melepas reptilia tersebut ke alam liar.