Pemerintah Laos konfirmasi kemungkinan penculikan atas aktivis

Pemerintah Laos konfirmasi kemungkinan penculikan atas aktivis

Pemerintah Laos konfirmasi kemungkinan penculikan atas aktivis

Terbit 20 December 2012, 16:42 AEDT

Pihak berwajib di Laos mengkonfirmasi 'ada kemungkinan' seorang aktivis sosial telah diculik. 

Sombath Somphone ditahan oleh polisi pada malam 15 Desember ketika mobil Jeepnya dihentikan di pos polisi dalam perjalanan pulang ke arah rumahnya ke istrinya, Ng Shwee Shui Meng.

Video dari kamera sekuriti menunjukkan seorang pengendara sepeda motor yang kemudian memasuki pos tersebut dan 15 menit kemudian mengendarai jeep tersebut. 

Segera setelah itu, rekaman video menunjukkan dua orang yang mengawal Sombath ke sebuah truk. Setelah itu, Sombath hilang.

Pernyataan dari pihak berwajib kini menyatakan bahwa "ada kemungkinan Sombath diculik karena sebuah konflik pribadi atau konflik dalam bisnis, atau alasan lainnya."

Istri Sombath Somphone, Ng Shwee Shui Meng, mengatakan kepada program Radio Australia Connect Asia bahwa dia memohon kepada pemerintah Laos untuk melakukan penyelidikan. 

Walaupun demikian, dia mengatakan belum mendengar informasi apa-apa dari polisi di dalam Kementerian Keamanan Masyarakat, walaupun telah dua kali menulis ke Kementerian tersebut. 

"Saya sangat terkejut dan tidak tahu kenapa dia ditahan," katanya. 

Audio: Ng Shwee Shui Meng berbicara dengan program Connect Asia mengenai hilangnya suaminya (ABC News)

"Dia adalah seorang warga yang taat hukum, selalu bekerja untuk masalah pembangunan, bekerja secara langsung dengan isu-isu yang relevan mengenai isu sosial."

Shui Meng mengatakan dia tidak percaya bahwa peran suaminya dalam sebuah forum, National Organising Committee of the Asia-Europe People's Forum, telah menyebabkan kemarahan bagi pemerintah, karena forum tersebut dilaksanakan dengan "kerja sama dengan pemerintah dari awal sampai akhir."

Dia mengatakan harapannya bahwa permohonan dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan organisasi masyarakat lainnya kepada Kementerian Luar Negeri Laos akan membebaskan suaminya. 

"Kami berharap pemerintah [Laos] akan mempertimbangkan permohonan ini dengan baik dan untuk memberikan informasi mengenai di mana dirinya berada, dan kemudian membebaskan dia dan memastikan keselamatan dirinya," kata Shui Meng. 

Shui Meng mengatakan suaminya baru-baru ini mengundurkan diri dari perannya sebagai direktur Participatory Development Training Centre untuk berkonsentrasi menulis dan ketertarikan lainnya. 

"Diatelah bekerja sangat keras selama 30 tahun terakhir ini dan dia hanya ingin pensiun," ujarnya.