3 polisi tewas ditembak kelompok bersenjata di Poso

3 polisi tewas ditembak kelompok bersenjata di Poso

3 polisi tewas ditembak kelompok bersenjata di Poso

Terbit 21 December 2012, 0:40 AEDT

Peneliti terorisme menyatakan pelaku masih kelompok jaringan Komite Mujahidin Indonesia Timur, KMTI dan punya pasukan khusus yang pernah membunuh 2 polisi pada pertengahan Oktober, dua bulan lalu.

Kepolisian kini menggelar operasi untuk mengejar kelompok bersenjata yang menyerang patroli gabungan Kepolisian Sulawesi Tengah dengan Mabes Polri di Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi tengah.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Boy Rafli Amar (20/12) mengungkapkan sempat terjadi baku tembak selama 3 jam antara polisi dan kelompok bersenjata yang disebutnya sebagai teroris.

3 polisi tewas dan 3 lainnya luka luka dalam baku tembak itu.

Boy Rafli memperkirakan kelompok penyerang berjumlah sekitar antara 15 sampai 20 orang.

Kelompok penyerang melarikan diri ke hutan setelah merampas senjata dari polisi yang tewas.

“Tapi dari peristiwa itu satu orang berhasil ditangkap hidup hidup dan sekarang masih diperiksa,” ungkap Boy Rafli Amar.

Ketiga jenazah polisi dibawa ke rumah duka di kota Palu, ibukota Propinsi Sulawesi Tengah.

Peristiwa baku tembak antara polisi dan kelompok teror terjadi di kawasan yang sama, dimana kepolisian pernah menangkap terduga anggota kelompok teror yang membunuh 2 anggota polisi.

Pada pertengahan Oktober, 2 anggota polisi ditemukan tewas di daerah Gunung Biru, dusun Tamanjeka, Kabupaten Poso. Namun dalam waktu sebulan, kepolisian berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai anggota jaringan kelompok teror.

Pengamat terorisme dari Universitas Malikud Saleh, Lhoksumawe, Al Chaidar yang pernah bergabung dengan jariangan kelompok Negara Islam Indonesia, menyatakan kelompok yang menyerang polisi kali ini tetap sama dengan kelompok sebelumnya yang membunuh anggota polisi di Gunung Biru.

“Ini kelompok sama yang namanya Komite Mujahidin Indonesia Timur, KMIT yang dipimpin Santoso dan pernah membuat surat tantangan kepada polisi untuk berduel terbuka,” jelas Al Chaidar.

Menurut AL Chaidar, kelompok KMTI telah membentuk pasukan khusus termasuk pasukan yang bertugas sebagai penembak dan pengintai kegiatan polisi.

Dia menambahkan saat ini anggota KMTI tersebar disejumlah kota, diantaranya Palu, Kendari, Tentena dan di Maluku Utara.

“Yang baru ditangkapkan 28 orang dan yang masih beredar cukup banyak, tapi jumlah keseluruhan mereka 271 (orang),” kata Al Chaidar.