Korea Utara marah lampu menara Natal dinyalakan

Korea Utara marah lampu menara Natal dinyalakan

Korea Utara marah lampu menara Natal dinyalakan

Diperbaharui 25 December 2012, 10:57 AEDT

Korea Utara menuduh musuh bebuyutannya menggunakan menara yang diterangi lampu Natal untuk melancarkan perang psikologis.

Korea Utara menuduh musuh bebuyutannya, Korea Selatan, menggunakan menara yang diterangi lampu Natal di dekat perbatasan kedua negara untuk perang psikologis.

Menara baja berbentuk pohon Natal yang diterangi ribuan lampu itu dipasang oleh warga Kristen Korea Selatan.
 
Dilaporkan, lampunya bisa dilihat sampai jarak beberapa kilometer di Korea Utara yang miskin, dimana orang seringkali mengalami lampu padam. 
 
Media Korea Utara mengatakan, dinyalakannya lampu menara pohon Natal itu merupakan balasan Seoul atas keberhasilan Pyongyang mengirim satelit ke orbit pada tanggal 12 Desember.
 
PBB menyebut peluncuran satelit Korea Utara itu sebagai kedok bagi percobaan teknologi rudal balistik yang dilarang.
 
Pyongyang memperingatkan akan timbul konsekuensi yang tidak disebutkan akibat dinyalakannya menara itu yang katanya merupakan provokasi yang tidak bisa diterima.
 
Korea Utara membolehkan gereja-gereja tertentu yang disetujui, tapi falsafah negara itu mengaitkan agama Kristen dengan campurtangan asing.
 
Seoul pada hari Sabtu membolehkan warga Kristen menyalakan lagi menara tadi setelah absen tahun lalu, dan lampu itu akan padam lagi pada tanggal 2 Januari.