Pemerintah Indonesia : Muslim boleh ucapkan Selamat Natal

Pemerintah Indonesia : Muslim boleh ucapkan Selamat Natal

Pemerintah Indonesia : Muslim boleh ucapkan Selamat Natal

Diperbaharui 25 December 2012, 10:36 AEDT

Pemerintah Indonesia meyakinkan umat Islam bahwa tidak salah mengucapkan selamat Natal walaupun Majelis Ulama melarangnya.

Pemerintah telah meyakinkan umat Islam bahwa tidak salah mengucapkan selamat Hari Natal walaupun Majelis Ulama melarangnya.

Ketua MUI, KH Ma'ruf mengatakan, dalam Islam dilarang untuk mengucapkan selamat Hari Natal.
 
Akan tetapi Menteri Agama, Suryadharma Ali, mengatakan bahwa adalah lumrah menyampaikan ucapan selamat Hari Natal kepada umat Kristen.
 
Kata Menteri, hal itu tidak berarti ikut melakukan ritual agama yang dilarang.
 
Menteri Suryadharma Ali juga mengimbau agar masyarakat menjunjung toleransi dan perbedaan
 
Menurut laporan media, seorang wakil MUI sekarang mengimbau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak menghadiri perayaan Natal yang rencananya akan diadakan tanggal 27 Desember.
 
Kontroversi serupa sempat muncul di Australia akhir pekan lalu, setelah komentar anti-Natal dipasang dalam laman facebook mesjid terbesar Australia di Lakemba, Sydney.
 
Komentar dibawah judul fatwa itu mengimbau kaum Muslim agar tidak ikut-serta dalam segala sesuatu yang menyangkut Natal dan melarang mereka mengucapkan selamat hari Natal.
 
Beberapa kelompok Islam di Australia menunjukkan sikap tidak mendukung komentar itu.
 
Asosiasi Muslim Lebanon yang menyelenggarakan mesjid itu kemudian mengatakan, komentar yang konon didasarkan pada khotbah Jumat lalu itu diambil di luar konteks, dan disalin oleh seorang staf junior mesjid itu dari internet tanpa persetujuan pihak mesjid.
 
Dikatakan, khotbah Jumatnya hanya mengimbau agar umat Islam tidak ikut melakukan kebiasaan Natal seperti memasang pohon Natal di rumah dan sebagainya.
 
Posting itu sudah dihilangkan dari facebook mesjid Lakemba, dan jurubicara Asosiasi Muslim Lebanon mengatakan, mereka tidak punya perasaan anti-Kristen.
 
Untuk membuktikannya, mereka mengatur penulisan ucapan selamat natal dengan pesawat di langit di atas mesjid Lakemba.
 

Penjagaan keamanan ditingkatkan

Sementara itu sekitar 82,000 orang polisi telah ditugaskan untuk menjaga gereja-gereja Kristen menghadapi kemungkinan serangan teroris.

Operasi itu akan berlangsung mulai tanggal 23 Desember sampai 1 Januari.
 

Di tahun 2000, Indonesia diguncang ledakan bom di sejumlah gereja dan kantor polisi di malam Natal.