Russia, India tandatangani perjanjian jual-beli senjata

Russia, India tandatangani perjanjian jual-beli senjata

Russia, India tandatangani perjanjian jual-beli senjata

Terbit 25 December 2012, 11:28 AEST

Russia dan India telah menandatangani perjanjian jual-beli senjata bernilai milyaran dollar Amerika dalam kunjungan President Vladimir Putin ke India.

Russia dan India telah menandatangani perjanjian pembelian senjata bernilai sekitar 3-milyar dollar Amerika, sementara Presiden Vladimir Putin berusaha meningkatkan hubungan dalam kunjungan 3 hari ke New Delhi.
 
Berdasarkan perjanjian itu, India akan membeli 42 komponen pesawat jet tempur Su-30 MKI yang akan dirakit di India dan sekitar 71 helikopter militer.
 
Kedua negara menjalin hubungan erat sejak Perang Dingin, saat mana Russia merupakan pemasok senjata utama bagi India.
 
Akan tetapi belakangan Russia telah kalah oleh perusahaan-perusahaan Barat dalam memperoleh beberapa kontrak senjata bernilai milyaran dollar dari India.
 
Perdana Menteri Manmohan Singh mengatakan, Moskow merupakan salah satu sekutu India dalam upaya India memordenisasi angkatan bersenjatanya dan meningkatkan kesiapan pertahanan.
 
Berbicara lewat penterjemah, Presiden Putin mengatakan, kedua negara rencananya akan menandatangani sejumlah kontrak besar senjata lainnya dan perjanjian militer.
 
"Kami sepakat untuk menggalakkan proyek-proyek baru, diantaranya dalam membentuk upaya patungan dan alih tekonologi. Salah satu langkah penting ke arah ini adalah penandatanganan kontrak untuk mensuplai peralatan helikopter dan memasok suku cadang bagi pabrik rakitan pesawat yang telah mendapat lisensi dari Russia," demikian kata Presiden Putin.
 
Dalam rangka kerjasama dengan India, Russia telah membangun reaktor pertama di PLTN Kudankulam dan sedang membangun unit kedua.
 
Proyek itu tertunda oleh protes yang digelar kelompok-kelompok anti-nuklir dan warga setempat.
 

Kedua negara juga membahas keamanan regional

Kata Perdana Menteri Manmohan Singh, kedua negara sama-sama menghendaki terwujudnya perdamaian di Afghanistan.

"India dan Russia sama-sama menghendaki terwujudnya Afghanistan yang stabil, bersatu, demokratis dan sejahtera, bebas dari ekstresmisme, terorisme dan campurtangan luar."