Abe akan dilantik sebagai PM Jepang

Abe akan dilantik sebagai PM Jepang

Abe akan dilantik sebagai PM Jepang

Terbit 26 December 2012, 12:54 AEST

Pemimpin konservatif Jepang, Shinzo Abe, akan dilantik sebagai perdana menteri baru, setelah memenangkan pemilu dengan janji bersikap tegas dalam diplomasi sambil membenahi ekonomi.

Majelis Rendah Parlemen akan melantik pemimpin berusia 58 tahun itu dalam sidang istimewa pada Rabu sore, menyusul kemenangan yang mantap oleh Partai Demokratik Liberal pimpinannya dalam pemilu bulan ini.

Sebagai perdana menteri Jepang yang ketujuh dalam waktu kurang dari tujuh tahun, Abe menggantikan Yoshihiko Noda dari Partai Demokratik Jepang.

Abe, yang pernah menjabat perdana menteri dari tahun 2006 sampai 2007, diperkirakan akan segera membentuk kabinet dan menyusun draft anggaran tambahan untuk memacu ekonomi Jepang yang mengalami kelesuan.

Menurut media Jepang, Abe mungkin akan mengangkat beberapa sekutu dekat dan pejabat senior partai untuk posisi-posisi penting.

Taro Aso, seorang mantan perdana menteri, luas diperkirakan akan ditunjuk sebagai deputi Abe dan juga menteri keuangan.

Menteri luar negeri Jepang yang baru mungkin  Fumio Kishida, 55, yang menjabat menteri negara urusan Okinawa dibawan pemerintah Abe sebelumnya.

Ini dipandang sebagai pencerminan keinginan Abe mengenai relokasi pangkalan militer Amerika di gugusan kepulauan di selatan itu.

Abe memenangkan dukungan konservatif dengan statement nasionalisnya mengenai diplomasi ditengah sengketa teritorial dengan Beijing terkait sebuah gugusan pulau di Laut Cina Timur, dengan mengatakan, Jepang akan bersikukuh pada klaimnya atas kepulauan itu.

Namun ia segera memperlunak retorik kampanyenya dan mengatakan, ia ingin memperbaiki hubungan dengan Cina, yang merupakan mitra dagang terbesar Jepang.

Pemimpin baru Jepang itu, yang platform utamanya dalam kampanye adalah menghidupkan kembali ekonomi Jepang, yakni yang terbesar ketiga di dunia, juga mengatakan, ia akan mempertimbangkan untuk merevisi konstitusi Jepang yang anti perang, sehingga sempat mengejutkan para pejabat Cina dan Korea Selatan.

 

Topik: