Hosni Mubarak masuk rumahsakit setelah jatuh

Hosni Mubarak masuk rumahsakit setelah jatuh

Hosni Mubarak masuk rumahsakit setelah jatuh

Diperbaharui 28 December 2012, 12:35 AEDT

Mantan Presiden Mesir yang digulingkan, Hosni Mubarak, telah dipindahkan ke sebuah rumahsakit militer setelah jatuh sakit di penjara, memicu lagi kekuatiran mengenai kesehatannya yang rentan.

Mantan Presiden berusia 84 tahun yang memerintah lama sebagai diktator itu dilengserkan di tahun 2011 dalam pemberontakan rakyat.

Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam bulan Juni tahun ini atas peranannya dalam pembunuhan para demonstran selagi pemberontakan terjadi.
 
Mubarak dimasukkan ke rumahsakit penjara bulan ini setelah mengalami krisis kesehatan.
 
Penasihat hukumnya mengatakan, ia dipindahkan ke rumahsakit militer setelah mengalami patah tulang rusuk sewaktu jatuh di klinik penjara.
 
Kesehatan Mubarak telah menjadi bahan spekulasi santer di Mesir dan ia melewatkan sebagian besar waktu sebelum dan sesudah penyidangan dirinya di rumahsakit penjara.
 
Tim legal Mubarak sudah lama mengupayakan pemindahannya dari rumahsakit penjara ke fasilitas yang peralatannya lebih lengkap, dengan alasan klien mereka tidak mendapatkan perawatan yang memadai.
 
Tidak jelas apa penyakit yang diderita Mubarak, dimana media pemerintah melaporkan berbagai penyakit, mulai dari sesak nafas sampai serangan jantung dan koma.
 
Pada tanggal 16 Juli Mubarak dikirim pulang ke penjara atas perintah mantan jaksa yang mengatakan kesehatannya telah membaik dan ia tidak lagi membutuhkan perawatan canggih rumahsakit militer dimana ia berada sejak bulan Juni.
 
Nasib keluarganya, yang oleh pemerintah baru Mesir dituduh mengumpulkan kekayaan sangat besar secara ilegal selama Mubarak berkuasa, juga menjadi bahan spekulasi ramai.
 
Dalam perkembangan lain, pemerintah presiden Mohammed Morsi mendapat satu lagi pukulan, dengan pengunduran diri satu lagi menteri dalam tenggang waktu hanya beberapa hari.
 
Menteri urusan legal dan parlemen, Mohammed Mahsoub, mengatakan ia mengundurkan diri karena tidak setuju dengan kebijakan dan upaya yang ditempuh pemerintah.
 
Dua hari sebelumnya, menteri komunikasi Mesir juga mengundurkan diri.
 
Presiden Morsi mengatakan, Mesir akan menjadi lebih stabil sekarang dengan telah disahkannya konstitusi yang telah mengundang kontroversi.