Panglima Perang Teluk, Jenderal Norman Schwarzkopf, tutup usia

Panglima Perang Teluk, Jenderal Norman Schwarzkopf, tutup usia

Panglima Perang Teluk, Jenderal Norman Schwarzkopf, tutup usia

Diperbaharui 28 December 2012, 13:49 AEDT

Jenderal Norman Schwarzkopf, yang memimpin pasukan Amerika dalam Perang Teluk pertama, telah meninggal dunia pada usia 78 tahun. 

Jenderal Norman Schwarzkopf, yang dijuluki 'Stormin' Norman', memimpin pasukan koalisi yang dikirim untuk mengusir pasukan Saddam Hussein dari Kuwait di tahun 1991.

Ia meninggal dunia di Tampa, Florida, dimana ia melewatkan masa pensiun setelah jabatan milter terakhirnya sebagai panglima tertinggi Komando Pusat Amerika, demikian keterangan seorang pejabat yang dikutip kantorberita AFP.

Mantan presiden George HW Bush, yang sendirinya sedang dalam perawatan intensif, merupakan orang pertama yang menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian orang yang memimpin perang yang menentukan karir keduanya itu.

Ia memuji Jenderal Schwarzkopf sebagai seorang patriot Amerika sejati dan salah seorang pemimpin militer paling hebat dari generasinya.

Dalam posting di Facebook, Jenderal Colin Powell, sosok penting dalam pemerintah George W Bush yang melancarkan Perang Irak yang menggulingkan Saddam di tahun 2002, menyebut jenderal Schwarzkopf  "seorang patriot dan tentara yang hebat".

"Norm berbakti bagi negaranya dengan keberanian dan dengan luar biasa selama 35 tahun lebih. Puncak karirnya adalah Perang Teluk Persia tahun 1991, Operation Desert Storm. "Stormin' Norman" memimpin pasukan koalisi menuju kemenangan, mendongkel tentara Irak dari Kuwait dan mengembalikan pemerintah yang berhak," demikian tulis Jenderal Powell.

"Kepemimpinannya bukan saja mengilhami pasukannya, melainkan juga bangsa Amerika. Beliau sahabat dekat saya. Saya akan kehilangan."

Ia dan istrinya menyampaikan dukacita kepada istri dan keluarga Jenderal Schwarzkopf.

Jenderal Schwarzkopf, seorang veteran Perang Vietnam, memimpin lebih dari 540-ribu tentara Amerika dan 200-ribu tentara koalisi dalam perang selama 6 minggu yang mendongkel tentara Saddam Hussein dari Kuwait di tahun 1991.

Kampanye darat, dimana pasukan Amerika dan koalisi mengepung tentara Irak dengan kendaraan lapis baja, berlangsung hanya 100 jam.

ABC/wires