Cina perketat peraturan internet

Cina perketat peraturan internet

Cina perketat peraturan internet

Terbit 29 December 2012, 10:41 AEDT

Pihak berwenang Cina telah menyetujui peraturan baru yang mengharuskan para pengguna internet di negara itu memberikan bukti identitasnya.

Kongres Rakyat Cina (NPC) atau Parlemen menyetujui peraturan tersebut pada sidang hari Jum'at, kata kantor berita resmi Xinhua dan media lainnya.

Menurut Xinhua, peraturan baru itu mengharuskan para pengguna internet memberikan nama mereka sebagai identifikasi kepada service provider.

"Network service provider akan meminta kepada pengguna untuk memberikan informasi identifikasi pada waktu menandatangani persetujuan yang memberi  akses ke internet, telepon atau layanan telekomunikasi mobile atau mengijinkan pengguna memposting informasi untuk publik," kata Xinhua.

Situs-situs  microblogging yang populer serupa dengan Twitter telah digunakan di Cina untuk menyalurkan ketidak-puasan dan bahkan untuk membongkar  kesalahan pejabat, dan ini dapat ditolerir asalkan sejalan dengan keinginan pemerintah sendiri untuk memberantas korupsi.

Tapi dengan lebih dari setengah-milyar orang di Cina kini memiliki internet, pihak berwenang khawatir tentang kekuatan internet untuk mempengaruhi opini publik di sebuah negara yang masih memberlakukan pengawasan ketat atas media tradisionalnya.

Beijing sudah sering memblokir internet search melalui sistem penyensoran online yang dikenal sebagai The Great Firewall of China, tapi semakin populernya microblog, yang dikenal sebagai  "weibo", menimbulkan tantangan baru.

Firewall dibangun secara bertahap sejak internet mulai berkembang di Cina, dan menggunakan berbagai teknologi untuk membloki akses ke situs-situs tertentu.

Para penyensor juga terus mengawasi weibo yang digunakan untuk mengorganisir aksi protes dan mempertanyakan laporan resmi dalam peristiwa-peristiwa seperti kecelakaan kereta api 2011 yang memicu kritikan pedas terhadap pemerintah.

"Tidak beradab dan tidak manusiawi"

Seniman pembangkang dan pengritik pemerintah, Ai Weiwei, mengecam peraturan internet yang baru itu.

"Memblokir internet, suatu aksi yang akan membatasi pertukaran informasi, adalah kejahatan tidak beradab dan tidak manusiawi", katanya di Twitter, yang dilarang di Cina tapi dapat diakses para pengguna internet dengan alat yang canggih.

Pejabat tinggi partai, Li Fei, mengatakan, tidak perlu khawatir bahwa peraturan baru itu dapat menghalangi orang mengungkapkan penyelewengan.