Tubuh korban pemerkosaan Delhi diterbangkan ke India

Tubuh korban pemerkosaan Delhi diterbangkan ke India

Tubuh korban pemerkosaan Delhi diterbangkan ke India

Terbit 30 December 2012, 8:06 AEST

Jenazah perempuan yang meninggal di rumah sakit di Singapura untuk perawatan setelah pemerkosaan brutal di New Delhi diterbangkan ke India. 

Komisaris tinggi India di Singapura, T.C.A. Raghavan, mengatakan kepada AFP melalui email bahwa pesawat sewaan yang membawa jenazah perempuan yang namanya belum diumumkan tersebut lepas landas dari Bandar Udara Changi, Singapura, pada pukul 12:30 dini hari (23:30 WIB Sabtu, 29/12).

Jenazah tersebut, terbaring di dalam peti mati berwarna emas berpalut kain putih, dipindahkan dari kompleks kargo di bandar udara tersebut tiga jam sebelumnya.

Korban pemerkosaan tersebut diangkut ke Singapura pada hari Kamis untuk dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth setelah penyerangan brutal yang terjadi pada 16 Desember di New Delhi, tapi korban tewas karena luka-luka pada tubuhnya pada hari Sabtu.

Mahasiswi tersebut diserang oleh enam orang di bis yang kemudian memerkosanya secara bergantian dan memukulinya dengan palang besi, sebelum kemudian melempar dirinya dan seorang teman lelakinya ke jalan ketika kendaraan masih bergerak.

Kesedihan

Rumah sakit di Singapura tersebut telah mengeluarkan pernyataan bahwa korban telah "menderita kegagalan organ tubuh setelah cedera parah atas tubuh dan otaknya" setelah beberapa dokter melakukan operasi semalam sebelum kematian dalam upaya terakhir untuk menyelamatkan korban.

Mahasiswi itu telah kehilangan kesadaran sejak ketibaannya di Singapura dengna menggunakan ambulans udara, dan beberapa orang di India mengatakan seharusnya dia tidak dipindahkan begitu jauh karena kondisi tubuhnya.

Komisaris Tinggi Singapura, T.C.A Raghavan, mengatakan kesedihan yang dirasakan oleh keluarga korban.

"Perempuan itu tentu sudah kehilangan kesadaran...saya harus menyatakan bahwa keluarganya menghadapi kejadian ini dengan keberanian dan ketabahan yang luar biasa."

Barikade

Petugas keamanan di India telah memasang barikade di sekitar pusat kota New Delhi selagi ribuan warga India mengikuti demonstrasi untuk mengekspresikan kemarahan dan kesedihan massal. 

Polisi menyatakan enam tersangka, yang dituduh atas pembunuhan dalam kasus ini, bisa mendapatkan hukuman mati.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh, memohon ketenangan dari warga India dan polisi memasang barikade di beberapa bagian New Delhi dalam upaya mencegah demonstrasi yang beberapa kali meningkat menjadi kekerasan setelah kasus pemerkosaan 16 Desember tersebut. 

 

Tapi demonstrasi yang terjadi berjalan dengan damai, dan mereka yang mengekspresikan duka berjanji kematian mahasiswi 23 tahun tersebut akan menjadi titik perubahan bagi India dalam memperlakukan tindak kekerasan atas perempuan.

Sekitar 5 ribu demonstran berkumpul di jalan raya Jantar Mantar di tengah Delhi, yang merupakan tempat aksi demonstrasi terbesar.

Salagh seorang demonstran, Bela Rana, mengatakan reaksi masyarakat atas serangan ini merupakan tanda bahwa perempuan tidak lagi akan bisu akan penderitaan mereka. 

"Kami tahu bahwa ini bukan kasus pertama, dan bukan kasus terakhir pemerkosaan beramai-ramai di India, tapi sudah jelas kami tidak akan lagi mentoleransi tindak kejahatan seksual," katanya.

ABC, AFP