Aksi protes berlanjut di India setelah kematian korban perkosaan

Aksi protes berlanjut di India setelah kematian korban perkosaan

Aksi protes berlanjut di India setelah kematian korban perkosaan

Diperbaharui 31 December 2012, 10:17 AEDT

Aksi protes tertib digelar lagi di New Delhi sebagai respon atas pemerkosaan kejam yang mengakibatkan kematian seorang mahasiswi India.

Wanita berusia 23 tahun itu meninggal karena luka-lukanya di sebuah rumah sakit Singapura pada hari Sabtu setelah serangan biadab pada tanggal 16 Desember di sebuah bis di New Delhi.

Mahasiswi kedokteran itu diduga diperkosa dan dipukuli dengan batang besi kemudian dilemparkan keluar dari bis yang sedang berjalan, bersama dengan pacarnya.

Enam orang yang ditahan terkait serangan itu sudah dikenai dakwaan pembunuhan. 

Kasus ini memicu kemarahan dan kesedihan di India, dengan aksi protes terus berlanjut sementara korban dikremasi di New Delhi.

Menurut angka resmi,  228,650 dari seluruhnya 256,329 tindak kejahatan dengan kekerasan adalah kejahatan terhadap wanita, dengan angka perkosaan di ibukota naik 17 persen menjadi 661 tahun ini.

 

Nama korban belum diumumkan, tapi ia dijuluki "Nirbhaya", atau  "tak kenal takut", oleh media India.
 
Terbetik berita bahwa ia berencana akan menikah dengan pacarnya, yang mengalami cedera parah dalam serangan itu, pada bulan Februari.
Pemerintah India mendapat tekanan untuk memperkeras undang-undang anti-perkosaan.
 
Pemerintah sedang mempertimbangkan beberapa undang-undang baru yang keras, antara lain, hukuman 30 tahun penjara bagi pemerkosa, perampingan proses pengadilan kasus perkosaan dan diberlakukannya pengebirian dengan bahan kimia bagi pelaku.
 

 

ABC/wires