Batas waktu kesepakatan 'fiscal cliff' di AS semakin dekat

Batas waktu kesepakatan 'fiscal cliff' di AS semakin dekat

Batas waktu kesepakatan 'fiscal cliff' di AS semakin dekat

Terbit 31 December 2012, 9:33 AEST

Presiden Barack Obama memperingatkan Kongres agar segera mencapai kesepakatan untuk menghindari apa yang dinamakan kebuntuan 'fiscal cliff' atau jurang fiskal.

Setelah bertikai berminggu-minggu, para pemimpin politik Amerika menggelar pertemuan saat-saat terakhir guna merundingkan kesepakatan untuk mencegah ekonomi Amerika terjerumus kedalam apa yang dinamakan 'fiscal ciff''.

Jika Kongres tidak mencapai persetujuan, maka pemotongan anggaran dan kenaikan pajak akan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari.

Para ekonom memprediksi ini akan menghambat pemulihan ekonomi Amerika dan menjerumuskan negara itu kembali ke resesi, dan kemudian menyeret ekonomi global.

Harry Reid dari Partai Demokrat dalam Senat mengatakan, Demokrat dan Republik masih mempunyai beberapa perbedaan pendapat dan ia belum dapat mengajukan tawaran balik atas usul Republik yang paling akhir.

Ia mengatakan, waktu terus mendesak dan Demokrat mungkin akan dapat mengajukan tawaran.

Kesepakatan perlu segera diajukan ke Senat dan Kongres sebelum tengah malam 31 Desember.

Ditengah negosiasi yang menegangkan, Presiden Barack Obama mendesak para politisi untuk mencapai persetujuan.

Pada hari Jum'at, Obama bertemu dengan para pemimpin Kongres di Gedung Putih dan menyatakan diri optimis namun hati-hati tentang peluang tercapainya persetujuan.

Namun ia mengatakan, belum ada sesuatu kesepakatan sejak itu.

Obama, dengan mandat sejak terpilih kembali bulan lalu, ingin menaikkan pajak atas golongan kaya.

Partai Republik hanya ingin menutup celah-celah pajak untuk menaikkan pendapatan dan menuntut pemotongan anggaran yang signifikan, terutama program tunjangan kesejahteraan sosial. 

Tapi jika tidak tercapai persetujuan sampai batas-waktu, semua pembayar pajak akan mengalami kenaikan.

Obama menyalahkan Republik karena tetap menolak persetujuan, meskipun ia sudah menawarkan kompromi untuk memotong anggaran dan merombak program tunjangan kesejahteraan sosial bagi kaum miskin dan lanjut usia.