PBB akhiri misi perdamaian di Timor Leste

PBB akhiri misi perdamaian di Timor Leste

PBB akhiri misi perdamaian di Timor Leste

Diperbaharui 31 December 2012, 10:50 AEDT

PBB akan secara resmi mengakhiri misi pemeliharaan perdamaiannya di Timor Leste hari ini, 31 Desember 2012.

Bersama tentara dari Australia dan Selandia Baru, pasukan PBB telah berada di negara termuda Asia itu selama tujuh tahun.

Ameerah Haq, Asisten Sekjen PBB dan mantan ketua misi PBB di Timor Leste, mengatakan, suatu "tim likuidasi" akan mengambil-alih dari pasukan pemelihara perdamaian.

"Mulai hari Senin, tim likuidasi akan berada di Timor Leste," katanya.

PBB memainkan peranan penting dalam lahirnya Timor Leste.

PBB menyelenggarakan referendum 1999 yang mengakhiri pendudukan Indonesia selama 24 tahun, dan membantu menjalankan pemerintahan Timor Leste sampai 2002, ketika suatu pemerintah independen mengambil-alih.

Namun di tahun 2006, pemerintah Timor Leste terpaksa meminta bantuan internasional, ketika sekelompok tentara yang dipecat melancarkan pemberontakan, memicu kekerasan yang mengakibatkan puluhan orang tewas dan 150,000 orang menjadi pengungsi.

Timor Leste kini sudah menyelenggarakan dua pilpres yang relatif tertib, kepolisian berkekuatan 3,000 orang sudah dilatih kembali dan sistem peradilan sudah dirombak.

Ameerah Haq mengatakan, PBB menganggap Timor Leste sebagai sukses berkat kerjasama pemerintah.

Timor Leste kini menarik minat internasional, khususnya cadangan minyak dan gasnya yang signifikan.

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, berkunjung ke Timor Leste pada bulan September, Cina membangun istana kepresidenan dan markas besar militer.

Brazil juga menjadi sumber bantuan yang penting, sedangkan Kuba melatih ratusan dokter Timor Leste.

Ameerah Haq mengatakan, Timor Leste menyadari bahwa mereka kini harus berkonsentrasi untuk mengangkat separuh dari populasi 1,1 juta yang hidup dibawah garis kemiskinan.