Penggumpalan darah dibawah tengkorak Hillary Clinton: dokter

Penggumpalan darah dibawah tengkorak Hillary Clinton: dokter

Penggumpalan darah dibawah tengkorak Hillary Clinton: dokter

Terbit 1 January 2013, 10:31 AEST

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengalami penggumpalan darah antara otak dan tulang tengkoraknya, tapi diharapkan ia akan sembuh sama sekali, kata dokternya.

Clinton masuk rumah sakit di New York setelah dokter mendapati ia mengalami penggumpalan darah, yang ditimbulkan oleh gegar otak setelah ia jatuh bulan lalu.

Pemeriksaan dengan scan mengungkapkan "penggumpalan darah di pembuluh darah yang terletak antara otak dan tulang tengkorak di belakang telinga kanan. Ini tidak mengakibatkan stroke atau kerusakan syaraf," kata tim dokter dalam sebuah statement.

Tim dokter menyatakan kemajuan yang menggembirakan dan yakin ia akan sembuh sama sekali.

Pembantu dekat Clinton, Philippe Reines, sebelumnya mengatakan, Menlu AS itu akan tinggal di RS untuk kira-kira 48 jam supaya dapat dimonitor selama dalam pengobatan.

Pada bulan Desember, Hillary Clinton, 65, terkena virus perut ketika dalam berada di Eropa selama lima hari.

Ia terpaksa membatalkan rencana perjalanan ke Amerika Utara dan Abu Dhabi karena sakit.

Seminggu kemudian, tim dokter Clinton mengatakan, ia menderita dehidrasi yang parah karena effek dari virus perut dan pingsan, jatuh dan mengalami gegar otak.

Clinton sebelumnya pernah menderita penggumpalan darah di kakinya di tahun 1998 ketika ia masih menjadi ibu negara di Gedung Putih.