Aksi protes menentang Pemimpin Hong Kong

Aksi protes menentang Pemimpin Hong Kong

Aksi protes menentang Pemimpin Hong Kong

Terbit 2 January 2013, 9:24 AEST

Puluhan-ribu orang turun ke jalan di Hong Kong, menyerukan pengunduran diri pemimpin  Leung Chun-ying.

Kelompok-kelompok pro-pemerintah juga melancarkan demo terpisah yang lebih kecil mendukung pemimpin yang didukung Beijing itu.

Sejak mulai memangku jabatan pada bulan Juli, popularitas Leung merosot dan ia telah menghadapi mosi tidak percaya dalam Parlemen ditengah kehebohan soal bangunan ilegal di rumahnya yang mewah.

Pemimpin Hong Kong itu mengakui dan meminta maaf atas bangunan itu, yang dibuat tanpa ijin.

Leung menjadi pemimpin setelah saingannya untuk jabatan itu, Henry Tang, tersingkir oleh sengketa soal bangungan ilegal di rumahnya.

Para demonstran menggunakan skandal itu untuk mendesakkan hak memilih dalam pemilihan pemimpin Hong Kong.

Analis Cina, Willy Lam, dari University of Hong Kong, mengatakan kepada Radio Australia, pemerintah dianggap sebagai "boneka Beijing".

Menurutnya, demonstrasi anti-pemerintah ini merupakan suara lantang bagi perubahan di Hong Kong dan untuk menekan Beijing agar mempercepat laju demokrasi di Hong Kong," katanya.

Dalam upaya untuk meredam ketidak-puasan, Leung melarang wanita dari Cina untuk melahirkan anak di Hong Kong dengan tujuan memperoleh hak untuk menetap bagi anak itu.

Ia juga menerapkan kebijakan yang memprioritaskan perumahan bagi warga lokal, langkah yang menurut analis merupakan reaksi terhadap para pembeli dari Cina, yang menyebabkan harga rumah melonjak.