Ramos-Horta, utusan khusus PBB ke Guinea-Bissau

Ramos-Horta, utusan khusus PBB ke Guinea-Bissau

Ramos-Horta, utusan khusus PBB ke Guinea-Bissau

Diperbaharui 2 January 2013, 8:45 AEST

Mantan presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, telah ditunjuk sebagai utusan khusus PBB ke Guinea-Bissau, negara Afrika barat yang diguncang kudeta.

Pemenang Nobel Perdamaian berusia 63 tahun itu juga akan memimpin Kantor Pembinaan Perdamaian Terpadu PBB di negara Afrika barat itu.

Dr Ramos Horta menggantikan diplomat Rwanda, Joseph Mutaboba, yang berakhir masa jabatannya pada tanggal 31 Desember.
 
Guinea-Bissau dan Timor Leste sama-sama bekas jajahan Portugis.
 
Dr Ramos Horta mengatakan kepada Radio Australia ABC, peranan barunya itu mungkin untuk membangun jembatan antara PBB dan pemerintah transisi Guinea-Bissau.
 
Ia mengatakan, dalam sebagian besar hidupnya, ia selalu terlibat upaya membangun jembatan, misalnya antara negaranya dan Indonesia dan Australia,  antara gang-gang lokal dan faksi-faksi dalam militer dan polisi.
 
Dr Ramos Horta mengatakan, ia harus menggunakan skill ini di Guinea-Bissau dan negara-negara di kawasan supaya mereka semua berupaya dengan pemikiran yang sama.

Horta dinominasikan untuk menjadi utusan khusus PBB tidak lama setelah berakhirnya misi PBB di Timor Leste pada hari Senin.

Ia menyatakan rasa optimis tentang masa depan negaranya.
 
"Situasinya sangat tenang saat ini. Kondisinya tepat untuk pembangunan ekonomi selama lima tahun mendatang," katanya.
 
"Jadi saya yakin bahwa pada saat saya berangkat, Timor Leste akan berjalan dengan baik, demikian pula pada saat saya kembali nanti, saya akan mendapati ekonomi yang bersemangat dan negara yang bahkan lebih damai dan stabil, berintegrasi sepenuhnya kedalam kawasan sebagai anggota ke-11 ASEAN."