Organisasi amal Pakistan bekukan operasi setelah pembunuhan staffnya

Organisasi amal Pakistan bekukan operasi setelah pembunuhan staffnya

Organisasi amal Pakistan bekukan operasi setelah pembunuhan staffnya

Diperbaharui 3 January 2013, 8:32 AEST

Sebuah organisasi amal Pakistan telah menghentikan operasinya selama tiga hari setelah tujuh orang staffnya ditembak mati di Pakistan barat laut.

Keenam wanita dan satu pria itu dicegat dan ditembak mati pada hari Selasa ketika pulang dari sebuah pusat komunitas lokal di distrik Swabi.

Mereka bekerja di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dimana Taliban dan militan Islamis lainnya sangat aktif.
 
Seorang anak laki-laki berusia empat tahun selamat karena para pelaku mengeluarkannya dari kendaraan sebelum memberondongkan tembakan.
 
Polisi mengatakan sudah memulai investigasi tapi tidak ingin menuding siapapun.
 
Organisasi tersebut, Support With Working Solution, menjalankan puluhan proyek kesehatan dan pendidikan, termasuk vaksinasi polio.
 
Kepala polisi lokal, Abdul Rashid Khan, mengatakan,  Support With Working Solution telah menghentikan sementara operasinya.
 
"LSM itu telah menghentikan kegiatannya selama tiga hari karena berkabung atas kematian staffnya," katanya.
 
"Mereka akan memutuskan setelah tiga hari apakah akan memulai kembali operasi."

Bulan lalu, sembilan petugas vaksinasi polio ditembak mati dalam serangkaian insiden, sehingga memaksa badan-badan PBB membekukan program vaksinasinya.

Pada hari Rabu, sebuah organisasi payung yang menaungi sekitar 200 organisasi amal di Pakistan barat laut menuntut perlindungan yang lebih baik, tapi berikrar akan terus bekerja supaya tidak memberi dorongan kepada "mereka yang menentang kemajuan".

Imtiaz Iltaf, kepala polisi Peshawar, mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan suatu strategi untuk melindungi para pekerja bantuan.