Program bantuan Australia ke Solomon, Filipina, ditunda

Program bantuan Australia ke Solomon, Filipina, ditunda

Program bantuan Australia ke Solomon, Filipina, ditunda

Diperbaharui 3 January 2013, 13:37 AEDT

Sebuah program pembangunan di Kepulauan Solomon dan sebuah program pendidikan di Filipina telah ditangguhkan karena pemerintah Australia mengalihkan dananya untuk membantu membiayai pemukiman kembali para pencari suaka.

Bulan lalu Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, mengakui bahwa pemerintah telah mengalihkan 375 juta dolar atau tujuh persen dari anggaran bantuan luar negerinya untuk membantu membiayai kebutuhan dasar para pencari suaka yang dilepas ke komunitas dengan visa sementara.

Setelah muncul seruan berulang-kali agar diumumkan program-program mana yang terkena dampaknya, kantor Menteri Luar Negeri merilis dua contoh, dan mengatakan, sebuah program pembantunan pedesaan di Kepulauan Solomon telah ditangguhkan enam bulan dan sebuah program pendidikan di Filipina juga akan ditunda.

Kelompok-kelompok bantuan mengatakan, tidak adanya informasi publik merupakan pelanggaran piagam transparansi bantuan dari pemerintah sendiri yang seharusnya membuat Australia salah-satu donor bantuan paling tranparan di dunia.

Dewan Pembangunan Internasional Australia, yakni organisasi payung untuk badan-badan bantuan, mengatakan, pemerintah melanggar piagam transparansinya sendiri dengan tidak menjelaskan program-program bantuan mana yang akan ditangguhkan atau dipotong.

Pemerintah membentuk suatu "piagam transparansi" bantuan baru setahun lalu.

Dikatakan, dengan menerbitkan informasi mendetail tentang program bantuan Australia, rakyat pembayar pajak dapat mempunyai kepercayaan bahwa uang mereka digunakan secara efektif, mencapai hasil yang nyata dan membantu mengurangi kemiskinan.

Marc Purcell, dari Dewan Pembangunan Internasional Australia, mengatakan, pemerintah telah melanggar piagamnya sendiri.

"Piagam itu menjanjikan tiga hal: berjanji untuk transparan dan terbuka tentang program bantuan Australia, berjanji bahwa publik akan mendapat informasi mendetail tentang bagaimana dana digunakan dan ketiga, berjanji akan menerbitkan pada waktu yang tepat, katanya.

"Sekarang pemerintah sudah gagal dalam ketiganya."

Marc Purcell mengatakan, pemerintah mempunyai waktu lebih dari dua bulan untuk memikirkan program-program mana yang ditangguhkan atau dipotong."

Pemerintah menandaskan pihaknya tidak memotong anggaran bantuan karena pedoman  OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) mengijinkan bantuan luar negeri dialihkan ke dalam negeri.

Dalam sebuah statement, kantor Menteri Luar Negeri Bob Carr mengatakan, pemerintah akan meminimalkan dampak "prioritas baru" dari anggaran bantuan dengan memastikan dimana mungkin, pembayaran akan ditangguhkan, bukan dikurangi.

Dikatakan, pembayaran inti kepada badan-badan bantuan non-pemerintah tidak akan terpengaruh dan bea siswa untuk pelajar-pelajar dari negara berkembang di Asia untuk belajar di Australia juga tidak terpengaruh.