Saksi pemerkosaan India: 'Tidak ada yang menolong kami sampai satu jam.'

Saksi pemerkosaan India: 'Tidak ada yang menolong kami sampai satu jam.'

Saksi pemerkosaan India: 'Tidak ada yang menolong kami sampai satu jam.'

Terbit 5 January 2013, 11:42 AEDT

Orang-orang yang berjalan membiarkan mahasiswi India yang diperkosa tanpa busana dan berdarah-darah di jalan sampai sekitar satu jam, menurut teman lelaki korban yang ikut diserang dalam pernyataan publik pertamanya.

Mahasiswi India berusia 23 tahun itu tewas di rumah sakit di Singapura dua minggu setelah dia diperkosa pada tanggal 16 Desember di sebuah bis di New Delhi. 

Teman lelakinya mengatakan kepada saluran televisi kabel India, Zee News, bahwa dia dipukuli sampai tidak sadarkan diri sebelum dia dan mahasiswi tersebut dilempar ke luar kendaraan.

Dia berkata serangan tersebut terjadi setelah mereka menonton film malam itu.

"Dari tempat kita menaiki bis, mereka (para penyerang) menyetir bis selama hampir dua setengah jam," katanya.

"Kami berteriak, berusaha membuat orang mendengar kita. Tapi mereka mematikan lampu di dalam bis."

Ketika mereka dilempar ke luar bis mereka berusaha meminta pertolongan dari orang-orang di jalan. 

"Ada beberapa orang yang berkumpul tapi tidak ada satu pun yang menolong," katanya.

"Sebelum polisi datang saya berteriak-teriak minta tolong, tapi kendaraan, mobil, dan orang-orang tidak berhenti."

Menurutnya, mereka di jalan sekitar 45 menit sebelum polisi tiba dan kemudian beradu mulut tentang ke mana mereka seharusnya dibawa.

"Kami terus berteriak ke polisi, 'tolong beri kami pakaian' tapi mereka terlalu sibuk memutuskan ke kantor polisi mana sebaiknya kasus kami dicatat," katanya.

Juru bicara kepolisian New Delhi, Rajan Bhagat, menolak tuduhan tersebut, mengatakan bahwa catatan GPS menunjukkan mobil van polisi pertama tiba di lokasi empat menit setelah dipanggil dan membawa lelaki dan perempuan tersebut ke rumah sakit dalam waktu 24 menit.

Kasus pemerkosaan beramai-ramai ini menyebabkan protes di seluruh India dan janji dari pemerintah akan hukuman yang lebih keras bagi pelaku kejahatan seks.

Kasus ini juga menggarisbawahi masalah kekerasan terhadap perempuan di India, di mana statistika resmi menunjukkan satu pemerkosaan dilaporkan setiap 20 menit.

Reuters/ABC

Topik: