Remaja Australia meninggal keracunan metanol di Indonesia

Remaja Australia meninggal keracunan metanol di Indonesia

Remaja Australia meninggal keracunan metanol di Indonesia

Diperbaharui 7 January 2013, 20:48 AEDT

Seorang remaja Australia yang diterbangkan pulang untuk perawatan medis setelah menenggak arak dengan kadar metanol yang tinggi telah meninggal dunia di sebuah rumah sakit di kota Perth.

Liam Davies, 19, sakit setelah merayakan Malam Tahun Baru bersama teman-temannya di Lombok.

Ia diterbangkan pulang ke Perth, Australia Barat, atas saran dokter, tapi nyawanya tak dapat diselamatkan.

Keluarganya melukiskannya sebagai seorang remaja yang periang, aktif, pernah mewakili Australia dalam olahraga lacrosse dan bercita-cita melihat dunia.

Mereka mengeluarkan sebuah statement yang memperingatkan tentang bahaya mengkonsumsi minuman alkohol lokal kalau kualitasnya tidak jelas.

Sudah sering terjadi kasus-kasus keracunan metanol di Indonesia.

David Mountain, dari Asosiasi Medis Australia, mengatakan, bar-bar yang menjual minuman oplosan seharusnya ditindak oleh pihak berwenang Indonesia.

"Para pemilik bar yang menjual minuman ini harus bertanggung-jawab. Di Australia ini kasus pembunuhan tak terencana jika sebuah bar menjual minuman yang mengakibatkan kematian pembeli," katanya.

"Pihak berwenang perlu menindak penjualan minuman oplosan, yang terbuat dari metanol yang dicampur alkohol."

"Saya yakin sudah ratusan warga Bali dan Lombok yang juga keracunan oleh minuman oplosan ini dan adalah demi kepentingan semua orang untuk mengambil tindakan tegas."

Tahun lalu pemain rugby dari Perth, Michael Denton, meninggal di Bali dan otopsi menunjukkan, penyebab kematiannya adalah keracunan metanol.