Foto kekejaman terhadap binatang di Indonesia dikecam

Foto kekejaman terhadap binatang di Indonesia dikecam

Foto kekejaman terhadap binatang di Indonesia dikecam

Terbit 8 January 2013, 9:13 AEDT

Para aktifis pembela hak binatang telah mengecam perlakuan "kejam" terhadap ternak di Indonesia setelah muncul foto-foto sapi sedang diangkat dengan derek dari tali yang diikatkan ke kepala mereka.

Ini merupakan pukulan lagi atas reputasi Indonesia dalam menangani ternak, menyusul kritikan internasional di tahun 2011 ketika program Four Corners ABC menayangkan rekaman para pekerja di rumah pemotongan hewan di Indonesia memperlakukan dengan kejam sapi-sapi Australia.

Skandal itu menyebabkan pemerintah Australia menghentikan ekspor ternak ke Indonesia selama sebulan.

Dalam foto-foto paling akhir itu, yang diambil oleh seorang fotografer AFP, sebuah derek terlihat memindahkan tiga ekor sapi yang kurus-kurus dari sebuah kapal di Surabaya, menggunakan tali yang diikatkan ke kepala mereka.

Sebuah foto lainnya menunjukkan, tujuh ekor sapi hidup diangkat dengan cara serupa sekaligus, hingga leher mereka tertarik.

Kapal yang mengangkut ternak sapi itu datang dari Sumbawa, tapi tidak jelas apakah sapi-sapi itu berasal dari sana.

Sapi-sapi itu akan diangkut ke Jakarta, menurut seorang pekerja yang tidak mau disebutkan namanya.

Tidak diketahui perusahaan mana yang mengangkut sapi-sapi itu.

Meski sejumlah besar ternak diangkut di seluruh Indonesia, namun mengangkat binatang dengan tali di lehernya bukanlah praktek yang umum.

"Sungguh gila bahwa praktek yang kejam masih terus terjadi," kata aktifis Animal Aid Network, Benvika.

Kata Benvika, tidak ada pelatihan yang memadai tentang penanganan binatang, dan pekerja yang tidak berpendidikan tidak punya respek terhadap binatang yang juga punya perasaan.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Wiwiek Bagja, mengatakan, undang-undang mengenai perlakuan terhadap binatang yang berlaku sejak 2009 tidak jalan karena tidak dijelaskan hukuman apa yang akan dijatuhkan atas orang-orang yang melakukan kekejaman terhadap biantang.

"Singkatnya, Indonesia masih sangat jauh dari mengimplementasikan dan menegakkan hukum," katanya.

 

AFP