Pesepakbola Messi kembali meraih gelar "Terbaik"

Pesepakbola Messi kembali meraih gelar "Terbaik"

Pesepakbola Messi kembali meraih gelar "Terbaik"

Terbit 8 January 2013, 12:19 AEDT

Kalau pesepakbola asal Argentina Lionel Messi kini harus mencari tempat kosong dalam lemari medali dan trofinya, itu mudah dimaklumi. Karena jumlah medali dan trofi yang sudah diraihnya begitu bersusun paku.

Pada hari Senin, Messi kembali menyandang, untuk keempat kalinya, gelar sebagai pemain sepakbola terbaik selama 12 bulan belakangan ini, menyingkirkan rekan sekelabnya - Barcelona - Andres Iniesta dan saingan ketatnya Cristiano Renaldo dari kelab La Liga Spanyol lainnya, Real Madrid, dan memboyong Ballon d'Or dalam perhelatan yang digelar badan induk sepakbola internasional FIFA di Zurich, Swis.

Dengan pengakuan itu, Lionel Messi sekaligus memastikan dirinya sebagai pesepakbola terjitu di eranya - pengakuan yang tidak mungkin dipertanyakan, mengingat jumlah suara yang mendukungnya mencapai hampir 42 persen, sementara pesaing terdekatnya Cristiano Renaldo mengantongi hanya sekitar 24 persen suara.

Sebelum Senin kemarin, Messi menduduki peringkat yang sama seperti pesepakbola Perancis Michel Platini - yang pernah tiga kali berturut-turut meraih Ballon d'Or. Memang pesepakbola Belanda Johan Cruyff dan Marco Van Basten juga pernah tiga kali meraih gelar tersebut, namun bukan secara berturut-turut.

Sejauh ini Messi adalah pencetak gol paling produktif dalam La Liga Spanyol - 25. Pada hal kompitisi liga masih berlangsung beberapa bulan lagi.

Selama setahun (2012) Messie seluruhnya mencetak 91 gol dalam berbagai pertandingan - sekaligus memecahkan rekor yang sebelumnya berada di "kaki" pesepakbola Jerman Gerg Muller.

Namun bagi Messi, sebagaimana sudah sering diakuinya, segala gelar dan trofi itu, sama sekali tidak ada artinya apabila kelabnya, Barcelona, tidak keluar sebagai juara La Liga Spanyol dengan menyingkirkan musuh bebuyutan Real Madrid.

Itulah makanya, dalam sambutannya setelah dinobatkan sebagai Raja Sepakbola di eranya, ia mengatakan, hadiah dan gelar itu bukan sekadar untuk dirinya, melainkan juga rekan-rekan sekelabnya, Barcelona.

Ia mengaku bangga dapat saban hari latihan bersama mereka. Ia juga tidak lupa pada rekan-rekannya dalam TimNas Argentina, dalam mana Lionel Messi sejauh ini memang belum mampu seproduktif seperti kinerjanya dalam Barcelona.

Dan kepada semua yang telah memberi suara untuk mendukungnya, kepada para pelatihnya - di Barcelona dan TimNas
Argentina - dan para kapten (Barcelona dan TimNas Argentina) ia mengaku berhutang budi.

Bahkan sebelum kembali meraih Ballon d'Or itu, pelatihnya di kelab Barcelona sudah menyanjungnya setinggi langit.

Namun masih saja banyak pengamat si kulit bundar yang berpendapat, sebelum Lionel Messi mampu untuk menyamai prestasi Diego Maradona dalam TimNas Argentina dan Pele dalam TimNas Brazil, maka namanya niscaya masih tetap di bawah kedua pesepakbola legendaris itu.

Tapi ingat, Lionel Messi baru berusia 25 tahun - masih banyak waktu baginya untuk membuktikan dirinya bukan saja ampuh sebagai "algojo" Barcelona, melainkan juga goalgetter terjitu TimNas Brazil.