Jepang bersikap keras dalam sengketa wilayah dengan Cina

Jepang bersikap keras dalam sengketa wilayah dengan Cina

Jepang bersikap keras dalam sengketa wilayah dengan Cina

Diperbaharui 9 January 2013, 9:26 AEST

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, telah memerintahkan Menteri Pertahanannya untuk memperkuat pengintaian di sekitar pulau-pulau yang disengketakan dengan Cina.

Sebelumnya Deputi Menteri Luar Negeri memanggil Dubes Cina untuk menyampaikan protes atas apa yang dinamakannya serbuan oleh empat kapal pengintai Cina dekat pulau-pulau itu.

Dubes Cina merespon dengan menegaskan kembali klaim negaranya atas kepulauan tersebut, yang dikenal dengan nama Diaoyu di Cina.

Kantor berita Kyodo mengutip Perdana Menteri Abe yang mengatakan, ia ingin merespon dengan tegas.

Abe dan Partai Demokratik Liberal yang berhaluan konservatif kembali berkuasa bulan lalu, dan berikrar akan mengambil sikap keras dalam sengketa wilayah.

Pihak berwenang Cina menegaskan, empat kapal pengintainya berpatroli di perairan dekat kepulauan itu.

Kapal-kapal itu memasuki daerah tersebut sekitar tengah-hari dan meninggalkan daerah itu Selasa dinihari.

"Jepang terus tidak mengindahkan peringatan kami bahwa kapal-kapal dan pesawatnya melanggar kedaulatan kami," kata pejabat Cina, Sun Shuxian, dalam wawancara yang diposting online.

"Perilaku ini dapat mengakibatkan eskalasi lebih jauh dalam situasi di laut dan mendorong Cina untuk memberi perhatian lebih besar dan lebih waspada," kata Sun.

Hubungan Cina-Jepang menjadi dingin setelah pemerintah Jepang membeli kepulauan yang disengketakan, yang dikenal sebagai Senkaku di Jepang dan Diaoyu di Cina, dari pemiliknya yang warga Jepang September lalu.