Penasehat spiritual India salahkan korban perkosaan New Delhi

Penasehat spiritual India salahkan korban perkosaan New Delhi

Penasehat spiritual India salahkan korban perkosaan New Delhi

Terbit 9 January 2013, 10:44 AEDT

Seorang penasehat spiritual terkemuka di India telah memicu kemarahan setelah ia mengatakan, korban perkosaan New Delhi sebenarnya dapat menghindari bencana itu dengan memohon belas kasihan dari para penyerangnya.

Asharam, yang dipanggil Bapu atau ayah, mengatakan kepada para pengikutnya bahwa insiden perkosaan di sebuah bis di New Delhi pada tanggal 16 Desember bukan semata-mata kesalahan para penyerangnya.

"Tragedi itu tidak akan terjadi seandainya wanita itu menyebut nama Tuhan dan bersujud di kaki para penyerangnya. Kesalahan tidak dilakukan hanya oleh satu pihak," katanya dalam rekaman video yang luas beredar di internet.

Komentar penasehat spiritual berusia 71 tahun itu - yakni yang paling akhir dalam serangkaian blunder oleh tokoh-tokoh publik yang menyalahkan wanita atas maraknya perkosaan di negara itu - memancing banyak celaan.

Ravi Shankar Prasad, jurubicara partai nasionalis Hindu,  Bharatiya Janata Party (BJP), mengatakan, statement itu "sangat disesalkan dan menyakitkan".

Koran Hindu mengatakan, sungguh memalukan bahwa seorang penasehat spiritual menjadi begitu rendah."

"Asharam patut dikecam dengan kata-kata paling keras," tambah harian itu dalam editorialnya.

Editorial itu juga mengritik para politisi dari Partai Kongres serta BJP atas komentar mereka mengenai kasus perkosaan New Delhi dan perlunya wanita India untuk tinggal di rumah dan memilih peran tradisional.

Lima pria telah dikenai dakwaan perkosaan dan pembunuhan dalam serangan pada tanggal 16 Desember itu.

Seorang lainnya, yang berusia 17 tahun, akan diadili dalam pengadilan terpisah untuk remaja.