Sistem kamp penjara Korea Utara di Google Earth

Sistem kamp penjara Korea Utara di Google Earth

Sistem kamp penjara Korea Utara di Google Earth

Terbit 10 January 2013, 13:37 AEDT

Para aktifis HAM mengatakan, Google secara tidak langsung membantu membuat sejarah dengan mengungkapkan salah-satu rahasia paling kelam Korea Utara.

Meskipun kunjungan Direktur Eksekutif Google, Eric Schmidt, ke Korea Utara minggu ini dikritik keras, namun para aktifis dan blogger kini menggunakan sebuah program Google, Google Earth - yang digunakan kebanyakan untuk rekreasi, pendidikan dan marketing - untuk membuat peta suatu sistem kamp penjara di Korea Utara.

Produk gambar satelit Google menampilkan pemandangan dari udara tentang banyak hal yang ingin disembunyikan oleh Korea Utara.

Sampai sebanyak 250,000 tahanan politik beserta keluarga mereka membanting tulang sambil kelaparan di kamp-kamp pegunungan yang terpencil, menurut perkiraan kelompok-kelompok HAM internasional.

Kunjungan Schmidt ke Pyongyang bersama mantan gubernur New Mexico, Bill Richardson, telah dikritik oleh Departemen Luar Negeri Amerika sebagai tidak tepat waktu, hanya beberapa minggu setelah Korea Utara melakukan peluncuran roket, yang berarti melanggar sanksi Dewan Keamanan PBB.

Para aktifis HAM ragu, kunjungan ke Pyongyang itu dapat membuahkan hasil yang berarti, tapi mereka cenderung memuji Google karena tetap berpegang pada motto tidak resminya "Don't Be Evil" mengingat bagaimana Google Earth mengungkap sisi kelam Korea Utara.

Joshua Stanton, seorang pegacara Washington yang di waktu senggangnya menilis blog dan menjadi aktifis HAM Korea Utara, mengatakan, "Apa yang dilakukan atau tidak dilakukan Eric Schmidt di Pyongyang mungkin akan dilupakan dalam beberapa minggu," tapi, katanya, hal yang baik yang dilakukan Google, dengan membantu mengungkapkan kebenaran tentang Korea Utara, mungkin akan tercermin dalam sejarah negara itu suatu hari nanti.

Blog Stanton memuat gambar-gambar satelit dari Google Earth dan analisis tentang enam kamp tahanan politik.