Pendukung oposisi Malaysia berdemo di Kuala Lumpur

Pendukung oposisi Malaysia berdemo di Kuala Lumpur

Pendukung oposisi Malaysia berdemo di Kuala Lumpur

Diperbaharui 13 January 2013, 9:16 AEDT

Ribuan orang pendukung oposisi Malaysia berdemo di Kuala Lumpur hari Sabtu kemarin menyerukan agar pemerintah berkuasa tidak lagi menjabat menjelang pemilu yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Pendukung aliansi tiga partai yang dipimpin oleh tokoh oposisi Anwar Ibrahim membanjiri ibukota untuk berkumpul bersama di stadium Merdeka yang menjadi icon saat kemerdekaan dideklarasikan tahun 1957.

"Pemerintah kami sangat korup. Pemerintah mestinya mendengarkan suara kami. Mereka mesti melakukan reformasi. Lebih dari 50 tahun mereka berkuasa di Malaysia,"kata salah seorang pendukung oposisi Azlan Abu Bakar.

Akses menuju stadium disetujui oleh pihak otoritas Malaysia minggu ini dan ketika massa berkumpul tidak ada tanda-tanda kekerasan yang pernah menodai demo anti pemerintah pada bulan April tahun lalu. 

Demo tersebut, yang menyerukan dilakukannya reformasi pada system pemilu mampu menarik puluhan ribu orang ke jalan akan tetapi berbuntut kekerasan antara para pendemo dan polisi.

Pihak otoritas mendapat kritikan atas respon yang dianggap masyarakat luas terlalu keras.

Perdana Menteri Najib Razak, yang menjadi pemimpin partai berkuasa Barisan Nasional, mesti menentukan pemilu tidak lebih dari bulan Juni, akan tetapi banyak orang berspekulasi pemilu akan dilakukan lebih awal.

Partai koalisi berkuasa di Malaysia sejak mendapat kemerdekaan dari Inggris, akan tetapi pengamat politik mengatakan mereka kini menghadapi ujian yang berat dalam pemilu mendatang setelah pemilu tahun 2008 lalu yang tidak mendapatkan suara terbanyak.

Partai Barnas yang didominasi oleh etnik Malay akan menghadapi partai multi etnik yang terdiri dari Partai Islam Malaysia dan partai lain yang didominasi etnik China,

Pemerintah mencibir pihak oposisi yang dianggap sebagai perkawinan dari partai-partai yang tak mampu mengurus pemerintah. Pemerintah menyatakan Malaysia membutuhkan Barisan Nasional yang mampu memimpin pemerintahan dengan stabil.

Walau demikikan pihak oposisi menuduh pemerintah melakukan korupsi di mana-mana dan memerintah dengan cara preman. Kini Malaysia, menurut oposisi, kehilangan kemampuan kompetitif menghadapi negara-negara lain di kawasan dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Pihak penyelenggara oposisi menyatakan berkumpulnya pendukung oposisi di stadium dengan kapasitas 30 ribu kursi memfokuskan untuk terus melakukan kritik terhadap system pemilu.

Sejumlah kritik mengatakan system pemilu di Malaysia dinodai dengan kecurangan sertai bias pemerintah dimana keluhan terhadap hal itu seringkali tidak ditanggapi seperti yang dijanjikan oleh Najib untuk diatasi dengan segera.

Pemerintah Malaysia sejauh ini menolak tuduhan bahwa system pemilu di Malaysia bias terhadap partai yang berkuasa.