Larangan senjata api selama enam bulan di Filipina

Larangan senjata api selama enam bulan di Filipina

Larangan senjata api selama enam bulan di Filipina

Terbit 14 January 2013, 10:27 AEST

Larangan membawa senjata api telah diberlakukan di Filipina, menyusul sejumlah kematian akibat penembakan.

Larangan membawa senjata api telah diberlakukan di Filipina, ditengah perdebatan tentang perlunya peraturan yang lebih ketat menyusul serangkaian insiden penembakan yang menelan korban jiwa.

Larangan itu akan berakhir pada tanggal 13 Juni dan dimaksudkan untuk mengendalikan kekerasan yang berkaitan dengan pemilu antar-waktu bulan Mei, pada waktu negara itu memilih ribuan penjabat daerah dari gubernur sampai senator.

Jurubicara Komisi Pemilihan Umum, James Jimenez, mengatakan, pos-pos pemeriksaan acak telah didirikan di seluruh Filipina untuk melaksanakan larangan tersebut.

Jimenez mengatakan, kampanye itu mungkin akan menyebabkan penangkapan, tapi sejauh ini belum ada yang ditangkap.

Peraturan itu mencakup larangan membawa senjata api, larangan menyewa bodyguard oleh para calon dan memindahkan senjata api, bahan peledak, bahan mentah dan suku cadang.

Yang dikecualikan adalah anggota polisi, angkatan bersenjata dan Presiden Benigno Aquino.

Aquino sebelumnya menolak seruan untuk mengumumkan larangan total permanen sebagai reaksi terhadap serangkaian kematian akibat penembakan sejak awal tahun ini.

Dua orang anak tewas dengan luka peluru yang ditimbulkan oleh pelepasan tembakan dalam merayakan Tahun Baru.

Beberapa hari kemudian, seorang pria bersenjata menembak mati tujuh orang dalam 30 menit di pinggiran Manila, sebelum polisi menewaskannya.

Selain itu, aparat keamanan menembak mati 13 tersangka penjahat.

Para aktifis HAM mengatakan, proliferasi senjata api tanpa ijin menimbulkan rasa impunitas di Filipina, dimana sejumlah politisi menyewa milisi swasta untuk mengancam saingannya dan rakyat pemilih.

Menurut data polisi, terdapat 1.2 juta senjata api terdaftar di Filipina tahun lalu, dan sekitar 600,000 senjata api lainnya tanpa ijin beredar.

Meskipun membawa senjata api tanpa ijin dapat dihukum hingga enam tahun penjara, namun mendapatkan senjata api di pasar gelap relatif mudah.