Pengadilan Mesir perintahkan Mubarak diadili ulang

Pengadilan Mesir perintahkan Mubarak diadili ulang

Pengadilan Mesir perintahkan Mubarak diadili ulang

Diperbaharui 14 January 2013, 9:32 AEDT

Pengadilan Mesir memerintahkan penyidangan ulang mantan presiden Hosni Mubarak setelah menerima permohonan banding atas hukuman penjara seumur hidup Mubarak terkait kematian sejumlah pemrotes di tahun 2011.

Mubarak, 84, dua putranya Alaa dan Gamal, mantan menteri dalam negerinya Habib al-Adly dan beberapa pejabat tinggi keamanan kini akan diadili ulang, kata pengadilan.

Putusan itu disambut dengan teriakan " Hidup Keadilan" oleh para pendukung Mubarak yang mengusung foto mantan presiden itu dan saling berpelukan di ruang sidang, dengan puluhan lainnya di luar pengadilan meneriakkan "Kami mencintaimu, presiden!".

Tapi Mubarak, kedua anaknya dan Adly akan tetap berada di penjara karena mereka masih menghadapi kasus terpisah.

Hakim Ahmed Ali Abdelrahman mengatakan, ia menerima permohonan banding dari Mubarak, Adly dan pihak Jaksa Penuntut, maka membatalkan semua putusan sebelumnya.

Tanggalnya untuk sidang yang baru belum ditetapkan.

Keputusan itu dijatuhkan kurang dari dua minggu sebelum peringatan dua tahun pergolakan rakyat yang menggulingkan Mubarak dan membuka jalan bagi terpilihnya presiden Islamist pertama Mesir, Mohamed Morsi.

Pada tanggal 2 Juni, Mubarak dan Adly divonis penjara seumur hidup karena gagal mencegah kematian lebih dari 800 pemrotes selama pergolakan 18 hari yang dimulai 25 Januari 2011.

Enam pejabat keamanan yang diadili dalam kasus yang sama dibebaskan waktu itu.

Putusan itu memicu kemarahan di seluruh Mesir, dengan ribuan orang turun ke jalan untuk menyalurkan kemarahan mereka karena tidak ada yang didapati bersalah secara langsung atas tewasnya para pemrotes.