Ulama terkemuka Pakistan pimpin protes anti-pemerintah

Ulama terkemuka Pakistan pimpin protes anti-pemerintah

Ulama terkemuka Pakistan pimpin protes anti-pemerintah

Terbit 15 January 2013, 11:49 AEDT

Ulama berpengaruh, Tahir-ul Qadri, mengatakan, otoritas moril pemerintah Pakistan dan semua majelisnya sudah berakhir, dan ia mengeluarkan batas-waktu sehari bagi mereka untuk bubar.

Puluhan-ribu pendukung Tahir-ul Qadri telah tiba di Islamabad, menuntut reformasi pada pemilu mendatang.

Para pendukungnya menyerukan diakhirinya korupsi, penyelesaian krisis energi dan implementasi reformasi untuk membenahi ekonomi Pakistan.

Tahir-ul Qadri, yang juga telah tiba di ibukota, mengeluarkan ultimatum satu-hari bagi pemerintah untuk membubarkan Parlemen dan semua majelis tingkat propinsi dan membentuk suatu pemerintah caretaker.

Qadri mengatakan kepada para pendukungnya untuk bermalam dan menuju ke Parlemen pada dinihari.

Ia juga ingin Komisi Pemilu men-diskualifikasi calon-calon pemilu tahun ini yang tidak memenuhi ketentuan konstitusional yang mengharuskan anggota Parlemen menaati prinsip-prinsip Islam dan Al Qur'an.

Berkumpulnya para pemrotes di Islamabad itu menyusul pawai selama 38 jam oleh Qadri dari Lahore.

Jaringan telepon seluler telah dibekukan sementara sebagai bagian dari upaya untuk menutup kawasan pusat kota Islamabad, guna mencegah apa yang menurut pemerintah ancaman serangan Taliban.

Tahir-ul Qadri baru kembali ke Pakistan bulan lalu, setelah tinggal selama kira-kira delapan tahun di Kanada.

Pihak berwenang menuduhnya mencoba menunda pemilu nasional, yang dijadwalkan bulan Mei.

 

 

 

 

 

 

Topik: