Banjir Jakarta "murni ulah manusia"

Banjir Jakarta "murni ulah manusia"

Banjir Jakarta "murni ulah manusia"

Diperbaharui 18 January 2013, 14:40 AEST

Istilah 'banjir kiriman' dari luar Jakarta yang menyebabkan bencana banjir setiap tahunnya dianggap seorang pengamat sebagai tidak tepat, karena kesalahan ada pada tangan manusianya sendiri. 

Ciliwung Institute menyatakan dengan tegas bahwa banjir yang terjadi di Jakarta adalah bukan banjir kiriman dari Bogor atau kawasan sekitar Jakarta lainnya.

"Tidak ada namanya banjir kiriman, kita ini salah mengelola ruang terbuka hijau. Kita tidak menghargai alam," ujar Sudirman Asun dari Ciliwung Institute.

Asun juga menilai pembangunan di Indonesia bersifat terlalu berlebihan, tanpa dilengkapinya analisis mengenai dampak lingkungan, atau dikenal dengan istilah AMDAL.

Karenanya, menurutnya, bencana alam seperti banjir yang terjadi di Jakarta adalah hasil dari pembangunan yang tidak direncanakan.

Sudirman Asun mempertanyakan akan ada atau tidaknya masterplan untuk pelestarian Ciliwung.

"Jangka panjangnya Ciliwung ini mau dibawa kemana? Ciliwung ini ada di Ibu Kota Indonesia, menjadi indikator Indonesia."

"Ini cukup memalukan sebenarnya, bertahun-tahun kita mengalami hal yang sama."

Peraturan Pemerintah tentang sungai yang sudah ada menurutnya tidak disosialisasikan dengan baik.

Menurut Asun, sempadan atau tepi Ciliwung adalah bukan tempat untuk manusia, melainkan bagian dari sungai yang seharusnya dijaga.

"Tergantung cara pendekatan pemerintah kepada warga yang tinggal disitu, semua bisa dimusyawarahkan."

Kontributor

Erwin Renaldi

Erwin Renaldi

Produser

Dikenal sebagai presenter, Erwin juga memproduksi sejumlah video untuk website dan TV di Indonesia. Ia bergabung ABC sejak pertengahan tahun 2011.