Jakarta nyatakan keadaan tanggap darurat

Jakarta nyatakan keadaan tanggap darurat

Jakarta nyatakan keadaan tanggap darurat

Diperbaharui 18 January 2013, 12:44 AEDT

Lima orang tewas dan lebih dari 10 ribu warga mengungsi dalam banjir di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menyatakan keadaan tanggap darurat akan diberlakukan hingga 27 Januari mendatang.

Pihak berwenang telah mengumumkan keadaan darurat dan memperingatkan hujan akan turun lebih banyak dalam beberapa hari ini.

Sungai-sungai meluap, pintu air dan kanal melewati kapasitas dan hujan yang terus turun menimbulkan banjir bandang.

Kemarin, daerah kota tergenang untuk pertama-kalinya, menimbulkan kekacauan di pusat bisnis Indonesia itu.

Dua orang petugas kebersihan ditemukan tenggelam di ruang bawah tanah sebuah mall, sehingga angka kematian naik menjadi lima.

Lebih dari 20,000 orang dievakuasi dan banyak warga berpendapat, banjir kali ini yang paling besar dalam kurun waktu puluhan tahun.

 

Banjir Jakarta meluas

Banjir besar terakhir pada tahun 2007 menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

"Ini lebih parah dari 2007," kata Rinaldi Napitupulu, yang sudah tinggal di Jakarta selama 48 tahun.

Sementara itu  Reporter Radio Australia di Jakarta, Laban Laisila mengatakan ada lokasi-lokasi yang tidak terkena banjir di tahun 2007 tetapi kini mengalami banjir.

"Dilihat dari sebaran lokasi banjir tahun ini jika dibandingkan tahun 2007 memang lebih luas. Tetapi jika dilihat dampaknya secara keseluruhan, tidak separah tahun 2007," jelas Laban dalam acara pagi Radio Australia.

Dari hasil pantauan hingga semalam, genangan air masih terlihat di pusat kota, seperti di Bundaran HI. 

Laban juga mengatakan, di kawasan-kawasan yang biasa terkena banjir, ketinggian genangan air bisa mencapai tiga meter, dan luapan air diperkirakan akan meningkat.

"Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah memberikan pernyataan bahwa kemungkinan luapan air akan bertambah, yang diperkirakan menjelang siang hari Jumat," ujar Laban.

Hal ini mengingat jumlah curah hujan di kawasan Jakarta, Bogor, dan sekitarnya cukup tinggi.

Widespread floods cripple Jakarta Video: Genangan air di sejumlah ruas jalan utama di Jakarta (ABC News)

Sebagian warga masih terjebak banjir

Salah satu warga yang masih terjebak banjir adalah Sri Damia yang saat dihubungi Radio Australia mengaku masih berada di loteng rumahnya. Bagian bawah rumahnya sudah terendam dan listrik dimatikan. 

"Air semakin naik, saya masih berada di loteng, enggak bisa keluar saya, terjebak," ujar Sri, yang tidak sendirian. 

"Di atas ini ada 15 orang, sementara di seberang rumah saya ada sekitar 20 orang, termasuk anak-anak."

Sri mengaku tidak bisa berenang sehingga tidak bisa turun dan meminta bantuan atau untuk membantu tetangga sekitarnya.

"Persediaan makanan yang cukup paling untuk dua hari lagi, atau malah sehari lagi."

Sri menyatakan kebutuhannya yang mendesak saat ini adalah popok bayi dan makanan, termasuk makanan bayi.