Dua reporter asing tewas oleh sniper di Suriah

Dua reporter asing tewas oleh sniper di Suriah

Dua reporter asing tewas oleh sniper di Suriah

Diperbaharui 19 January 2013, 11:37 AEST

Al Jazeera melaporkan, seorang reporternya telah ditembak mati oleh sniper pemerintah di provinsi Daraa di Suriah - dan seorang lagi reporter tewas oleh sniper dalam 24 jam di negara yang dilanda pergolakan itu.

"Mohammed Hourani tewas ditembak oleh sniper pemerintah di Basra al-Harir di provinsi Daraa, ketika ia sedang meliput pertempuran disana," kata saluran berita satelit yang berbasis di Qatar itu dalam sebuah statement.

Jurnalis Suriah berusia 33 tahun itu dilukiskan sebagai "berani dan akurat" dalam laporannya.

Sebelum bergabung dengan Al Jazeera, Hourani adalah seorang aktifis dalam pergolakan menentang Presiden Bashar al-Assad.

Sangat vokal dalam dukungannya bagi pergolakan melawan rejim Assad, Al Jazeera berjanji akan tetap berpegang pada garis editorialnya setelah pembunuhan itu.

Rekaman video amatir yang diposting online dan didistribusikan oleh para aktifis menunjukkan saat-saat ketika Hourani tewas.

Dengan mengenakan sweater warna krem dan membawa mike dengan logo Al Jazeera, ia berdiri bersama laskar pemberontak yang lari satu persatu di sebuah gang becek, membungkukkan badan untuk menghindari tembakan sniper.

Hourani terkena tembakan dan jatuh.

Ia tewas sehari setelah jurnalis Perancis kelahiran Belgia, Yves Debay, tewas oleh tembakan sniper di kota Aleppo.