Krisis penyanderaan oleh Islamis militan di Aljazair berakhir

Krisis penyanderaan oleh Islamis militan di Aljazair berakhir

Krisis penyanderaan oleh Islamis militan di Aljazair berakhir

Diperbaharui 20 January 2013, 10:52 AEST

Media resmi Aljazair mengatakan 11 orang Islamis militan telah ditewaskan ketika pasukan khusus Aljazair melancarkan serbuan terakhir terhadap kilang gas alam di Sahara di mana para pekerja asing disandera.
 

Sebuah kantor berita melaporkan, 7 orang tersandera tewas di tangan para penyandera ketika pasukan khusus Aljazair berusaha membebaskan mereka.

Sebagaimana diketahui, di antara yang disandera oleh Islamis militan itu termasuk karyawan-karyawan asing, namun masih belum jelas kewarganegaraan para sandera yang tewas itu.

Sejak Kamis lalu militer Aljazair telah berusaha untuk menduduki sarana gas yang cukup terasing letaknya itu.

Sejauh ini sekitar 30 orang warga asing masih belum jelas nasibnya.

Sejurus sebelum serbuan dilancarkan, pimpinan penyandera mengatakan, pemerintah Aljazair harus memilih antara perundingan dengan para penyandera atau membiarkan para sandera tewas.

Dalam perkembangan lain, seorang lelaki menodongkan senjatanya ke kepala pemuka masyarakat keturunan Turki di Bulgaria
yang sedang tampil dalam jumpa media di ibukota Sofia yang disiarkan saluran televisi.

Pemimpin Gerakan Bagi Hak dan Kebebasan itu, Ahmed Dogan, tidak sempat cedera sementara lelaki tidak dikenal itu berhasil diamankan aparat.