Nikah siri di kalangan WNI di Malaysia timbulkan masalah

Nikah siri di kalangan WNI di Malaysia timbulkan masalah

Nikah siri di kalangan WNI di Malaysia timbulkan masalah

Diperbaharui 20 January 2013, 10:52 AEST

Banyaknya kasus nikah siri tersebut diungkapkan oleh sejumlah narasumber dan para peserta dalam suatu acara bincang-bincang yang diselenggarakan Lembaga Kantor Berita Nasional Indonesia, Antara, di Kuala Lumpur.
 

Acara tersebut menampilkan tiga narasumber utama yaitu Direktur Bimas Islam dan Pembinaan Syariah Departemen Agama,  Perwakilan dari Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan  Malaysia an Konselor Konsuler KBRI Kuala Lumpur.

Pihak Malaysia menjelaskan bahwa pernikahan antar-sesama WNI yang berstatuskan pekerja tidak dibenarkan untuk mendapatkan pengesahan dari pihak berwenang terkait Malaysia atas pernikahan tersebut.

Tapi, untuk mahasiswa S2 ataupun para profesional bisa mendapatkan kebenaran untuk menikah di negara tersebut dengan catatan sudah lebih 90 hari tinggal di Malaysia.

Sedangkan pihak Kementerian Agama Indonesia  berharap ada perwakilan pusat yang dapat fokus dalam membantu permasalahan status perkawinan WNI di Malaysia itu.

Di bagian lain, Konselor Konsuler KBRI Kuala Lumpur,  berharap pihaknya bisa menyelenggarakan isbath nikah bagi para pasangan yang telah menikah secara siri untuk disahkan secara negara.