Wanita Inggris divonis mati dalam kasus narkoba di Bali

Wanita Inggris divonis mati dalam kasus narkoba di Bali

Wanita Inggris divonis mati dalam kasus narkoba di Bali

Diperbaharui 23 January 2013, 13:26 AEDT

Seorang wanita Inggris berusia 56 tahun telah divonis hukuman mati karena menyelundupkan kokain ke Bali.

Lindsay Sandiford menangis ketika mendengar vonis itu, yang juga mengejutkan tim pengacaranya karena Jaksa sebelumnya hanya menuntut hukuman penjara 15 tahun.

"Kami mendapati Lindsay Sandiford bersalah mengimpor narkoba dan memutuskan vonis hukuman mati," kata Hakim Amser Simanjuntak di Pengadilan Negeri Denpasar.

Pengacara Sandiford mengatakan akan mengajukan banding atas hukuman yang sangat berat itu, yang dijatuhkan meskipun Sandiford mengakui kesalahannya dan berlaku sopan dalam sidang. 

"Kami keberatan dengan hukuman itu. Kami tidak pernah mengira klien kami akan mendapat hukuman mati," kata pengacara Esra Karokaro.

Sandiford menundukkan kepala dan menangis ketika vonis dibacakan, sementara saudara perempuannya, Hillary Parson, yang hadir dalam sidang, juga menangis.

Seorang wakil Kedutaan Inggris yang hadir disana menolak berkomentar.

Sandiford ditangkap di bandara internasional Bali pada bulan Mei dengan 4.79 kilogram kokain di dalam kopernya.

Polisi mengatakan, ia adalah pemimpin sebuah jaringan pengimpor narkoba yang terdiri dari tiga orang Inggris dan seorang India yang juga telah ditangkap.

Sandiford mengatakan, ia terpaksa membawa narkoba itu demi melindungi anak-anaknya, yang keselamatannya terancam.

Tapi pengadilan menolak argumen itu dan mengatakan, tidak ada yang dapat meringankan hukumannya.

British woman accused of smuggling drugs into Bali Photo: Sandiford was arrested in May last year. (AFP: Sonny Tumbelaka)

Organisasi HAM Inggris, Reprieve, bulan lalu mengatakan, Sandiford "dieksploitasi" oleh para pedagang narkoba.

Dua warga Inggris lainnya, yang ditangkap berkaitan dengan kasus ini, divonis hukuman yang lebih ringan bulan lalu

Rachel Dougall dihukum 12 bulan penjara karena tidak melaporkan kejahatan Sandiford dan Paul Beales diganjar empat tahun penjara karena memiliki 3.6 gram marijuana, tapi dibebaskan dari tuduhan memperdagangkan narkoba.

Seorang Inggris lainnya, Julian Ponder, diperkirakan akan divonis akhir bulan ini setelah jaksa menuntut tujuh tahun penjara.