China peringatkan Korut atas rencana percobaan nuklir

China peringatkan Korut atas rencana percobaan nuklir

China peringatkan Korut atas rencana percobaan nuklir

Diperbaharui 26 January 2013, 10:04 AEDT

China mengancam akan mengurangi bantuan kepada Korea Utara bila Pyongyang tetap melakukan uji-coba nuklir seperti yang telah direncanakan sebelumnya.

Kantor berita pemerintah China mengeluarkan peringatan setelah Korea Utara mengancam akan melakukan uji-coba nuklir ketiga serta meluncurkan roket sebagai respon atas sanksi yang diberikan oleh PBB.

"Bila Korea Utara melakukan uji-coba nuklir, China tidak akan segan-segan untuk mengurangi bantuannya ke Korea Utara, " demikian bunyi editorial Global Times, media yang dekat dengan partai berkuasa Komunis.

"China berharap adanya semenanjung yang stabil, namun bukan akhir dari segalanya bila ada persoalan disini," tambah editorial Global Times.

"Kita mesti bersikap pragmatis menghadapi persoalan dan mendapatkan perimbangan yang optimal antara investasi sumber daya yang kita tanamkan dengan  keuntungan strategis."

China adalah sekutu terdekat Korea Utara yang juga pemasok energi dan mitra dagang utama Korea Utara.

Hari Jumat, Korea utara merubah fokus perhatiannya karena marah dengan sanksi baru dari Amerika dan Korea Selatan.

Korut bertekad untuk melakukan 'tindakan balasan secara fisik" bila Korea Selatan berpartisipasi dengan mereka.

Ketika Pyongyang mengumumkan rencana uji-coba nuklir hari Kamis kemarin tanpa menyebutkan secara spesifik kapan hal itu akan dilakukan , Beijing telah menyerukan untuk menahan diri dan menawarkan dialog. 

Juru bicara Kementrian Luar Negeri China Hong Lei menyatakan China berharap semua pihak tetap tenang, bijaksana dalam kata dan perbuatan serta melihat kepentingan jangka panjang dan mendorong dilanjutkannya 'perundingan enam pihak'.

Perundingan enam pihak dipimpin oleh China yang melibatkan dua Korea, Amerika, Jepang dan Rusia.

Tujuan dilakukannya perundingan enam pihak adalah untuk menyakinkan Pyongyang untuk meninggalkan program nuklirnya. Sebagai imbalannya Korea Utara mendapat bantuan kemanusiaan dan jaminan keamanan. Namun demikian perundingan enam pihak ini terhenti sejak Korut meninggalkan forum ini tahun 2009.