Militer Myanmar rebut pos pemberontak Kachin

Militer Myanmar rebut pos pemberontak Kachin

Militer Myanmar rebut pos pemberontak Kachin

Terbit 27 January 2013, 11:08 AEST

Pemberontak Kachin mengatakan, sebuah pos yang penting telah jatuh ke tangan militer Myanmar.

Militer Myanmar telah merebut sebuah pos pemberontak yang penting di negara bagian Kachin, Myanmar utara.

Jurubicara kelompok pemberontak Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) mengatakan, pos tersebut jatuh ke tangan militer setelah digempur hebat sebelumnya pada hari Sabtu.

"Akhirnya kami harus meninggalkan daerah itu, gunung itu," kata James Lum Dau, jurubicara sayap politik Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) yang berbasis di Thailand.

Ia mengatakan, tidak jelas apakah pertempuran kini akan bergerak mendekat kota Laiza, dimana ribuan penduduk sipil diduga berlindung, namun ia mengatakan, jika Laiza jatuh, itu tidak berarti KIA juga jatuh.

Sebagian warga sipil sudah mulai pergi, tambahnya.

Teguran pada AS

Pemerintah Myanmar mengeluarkan teguran kepada Amerika Serikat terkait statemen keprihatinannya tentang pertempuran itu.

Pada hari Kamis, Kedutaan Amerika Serikat mengeluarkan sebuah statement, menyatakan sangat menentang pertempuran yang terus terjadi dan mendesak kedua pihak untuk mengupayakan perdamaian.

Tapi Kementerian Luar Negeri Myanmar mengatakan, statement itu menyiratkan, militer adalah satu-satunya agresor dan bahwa pernyataan itu dapat menimbulkan salah pengertian di  dunia internasional.

Puluhan-ribu orang telah menjadi pengungsi di negara bagian Kachin sejak Juni 2011, ketika gencatan senjata yang sudah berjalan 17 tahun antara pemerintah dan KIA buyar.

Konflik itu telah mengakibatkan korban jjiwa sipil, tapi jumlah pastinya tidak jelas.