Azarenka dan Djokovic juara Australian Open 2013

Azarenka dan Djokovic juara Australian Open 2013

Azarenka dan Djokovic juara Australian Open 2013

Diperbaharui 29 January 2013, 13:26 AEST

Petenis Serbia Novak Djokovic dan petenis putri Victoria Azarenka dari Belarus keluar sebagai juara Australian Open 2013.

Entah disengaja entah tidak: Nyatanya, baik juara partai puteri Turnamen Tenis Australia Terbuka 2013 Victoria Azarenka dari Belarus dan kampiun partai putera dari Serbia Novak Djokovic, seakan telah mendramatisir pertandingan-pertandingan final mereka.
 
Sabtu lalu, ketika berhadapan dengan Li Na dari Cina memperebutkan Piala yang hampir setinggi kaki meja dan uang hadiah yang hampir sebesar 2-setengah juta dolar itu, Viktora di set pertama seakan orang sesak nafas dan memang kalah dari lawannya yang lebih tua itu.
 
Harapan banyak orang mulai menggelora: mungkinkah juara partai putera Turnamen Tenis Australia Terbuka adalah seorang asal Cina?
 
Itu ternyata hanya harapan.
 
Dibekali oleh semangat dan kemauan kuat untuk mempertahankan kejuaraan yang diraihnya pertama kali tahun lalu, Azarenka meninggikan pekikannya yang mengiringi setiap pukulan.
 
Drama pun tergelar di set kedua dan ketiga: Li Na yang sebelumnya di atas angin mulai kewalahan. Ia terjatuh dan pergelangan kakinya seakan terkilir dan ia kemudian terhempas lagi hingga memprihatinkan banyak orang bahwa jangan-jangan ia geger otak.
 
Namun Li Na masih bisa tersenyum sesudah menampakkan wajah yang mengkerut seakan menahan sakit. Akhirnya ia hanya sakit hati, karena kejuaraan diraih lawannya.
 
Drama juga menghiasi pertandingan fina partai putera.
 
Novak Djokovic di set eprtama kalah dibuat lawannya Andy Murray dari Skotlandia, Britania Raya.
 
Langsung banyak yang melakukan kupasan.
 
Apakah itu karena dalam dalam babak ke-4 ia harus bertarung selama lebih dari lima jam sebelum mengalahkan Stanislav Wawrinka dari Swiss?
 
Mungkinkah ia terbayang kembali akan kekalahannya dalam turnamen pra Australia Terbuka, yaitu ketika melawan petenis muda penuh harapan dari Australia Bernard Tomic?
 
Djokovic, setelah pertandingan yang alot, akhirnya kalah dalam set pertama.
 
Namun sebagaimana diakuinya, sejarah merasuk ke dalam jiwanya dan menjadi motivasi.
 
Katanya, tidak banyak di masa lalu yang mampu menjuarai Turnamen Tenis Australia Terbuka sebanyak 3 kali berturut-turut.
 
Djokovic keluars ebagai juara tahun 2011 dan 2012, dan ini kesempatan baginya untuk mengukir namanya dengan tinta emas, dan cek hadiah senilai hampir 2-setengah juta dolar.
 
Lecet kaki dan kejang bagian belakang paha yang merundung Andy Murray akhirnya bermanfaat bagi Djokovic yang kini sejajar nama dan prestasinya dengan petenis Australia dasawarsa 60-an Roy Emerson yang juga pernah 3 kali berutur-turut menjuarai turnamen Grand Slam pertama di dunia itu.
 
Australia menggondol kejuaraan dalam 2 partai
 
Australia juga tidak perlu terlalu kecewa.
 
Dalam nomor ganda campuran, petenis-petenis Matt Ebden dan Jarmila Gajdosova (Australia) merebut piala juara, sementara dalam partai junior Nick Kyrgios dari Canberra, tersenyum girang dengan Piala yang direbutnya.
 
Akhirnya Amerika Serikat yang belakangan ini kurang menonjol tenis puteranya boleh puas dengan sukses ganda puteranya, Michael dan Robert Bryan - abang beradik yang memanfaatkan kerukunan akrab mereka di gelanggang pertandingan hingga mampu bermain dengan kerjasama yang meyakinkan.