BNN : 7 orang positif gunakan narkoba

BNN : 7 orang positif gunakan narkoba

BNN : 7 orang positif gunakan narkoba

Terbit 29 January 2013, 5:21 AEDT

Jumlah  orang yang diketahui positif menggunakan narkoba dalam kasus penggerebekan Badan Narkotika Nasional (BNN) di rumah artis muda Raffi Ahmad bertambah menjadi 7 orang dari sebelumnya hanya 5 orang. 

Dalam keterangan persnya senin malam, juru bicara BNN, Sumirat Dwiyanto mengatakan dua orang tambahan  yang terbukti positif menggunakan narkoba semuanya berjenis kelamin laki-laki dengan inisial R dan RJ. Berdasarkan hasil  laboratorium,  dari ke-7 orang itu ditemukan zat jenis baru dan kombinasi ganja dan ekstasi.

Sumirat tidak menjelaskan identitas kedua inisial tersebut, namun ia menyatakan salah satu dari kedua inisial itu berprofesi sebagai pekerja seni alias artis.  Dengan keterangan ini artis yang juga pemilik rumah yang digrebek BNN, Raffi Ahmad kemungkinan besar merupakan salah satu dari orang  yang ditetapkan positif menggunakan narkoba. Jika benar pasal berlapis menanti  artis muda tersebut. Mulai dari kepemilikan barang bukti berupa dua linting ganja dan 17 butir ekstasi di rumahnya hingga pemufakatan jahat atas pesta narkoba dirumahnya.

Dan untuk menindaklanjuti temuan ini, BNN menyatakan tetap akan menahan ke-17 orang yang mereka amankan dari rumah Raffi Ahmad guna  menelusuri lebih lanjut siapa pihak yang bertanggung jawab  mengadakan barang haram di rumah Raffi tersebut.

Narkotika jenis baru

Kepala Badan Narkotika Nasional BNN, Irjen  Anang Iskandar mengatakan pemeriksaan  lanjutan itu dilakukan setelah pihaknya mengendus jejak narkoba jenis baru dari hasil tes narkoba raffi CS sebelumnya.

“Mereka menggunakan narkoba jenis baru ya dengan  menggunakan kapsul, kandungannya apa kita belum tahu, hingga kini masih diteliti di laboratorium.”

BNN menjelaskan jejak narkotika jenis baru itu ditelurusi dari zat yang terdapat dalam hasil tes urin Raffi CS dan 14 butir ekstasi yang ditemukan di lokasi penggerebekan.  Sejauh ini, zat tersebut diketahui beredar di beberapa negara. Namun belum beredar di Indonesia, namanya juga belum masuk dalam UU narkoba yang ada. Oleh karena itu untuk melacak jenis narkoba baru ini BNN harus mencari referensi hingga ke Singapura dan Amerika.             

Artis kasus narkoba dilarang  tampil di TV

Kabar kembali tertangkapnya artis menggunakan narkoba ini memicu keprihatinan sekaligus kecaman di masyarakat.  pasalnya sebagai publik figure dikhawatirkan perilaku mereka mengkonsumsi narkoba ditiru para penggemarnya.  Keprihatinan ini kian dalam, mengingat ini bukan pertama kali selebritas terjerat narkoba. Oleh karena itu, untuk menghentikan dampak buruk itu, aktifis anak dari sejumlah lembaga mendesak pengelola TV swasta dan partai politik untuk tidak mengontrak  artis dan tokoh yang terjerat kasus narkoba. Seperti dikatakan ketua Komisi Perlindungan anak Indonesia, Maria Advianti.

“pengelola TV kami minta tidak ‘mengontrak’ artis atau tokoh publik  yang  terjerat narkoba.”

Peristiwa penggerebekan pesta narkoba di kediaman Raffi Ahmad ini sontak menggugurkan jalan artis muda yang tengah naik daun itu dan rekannya Irwansyah untuk bergelut di dunia politik sebagai calon legislative. Sebelum diciduk BNN keduanya  sudah santer digadang sebagai calon legislative pada pemilu 2014. Raffi Ahmad digandeng Partai Amanat Nasional (PAN) sementara Irwansyah digandeng Partai Gerindra. Kini pengurus dari kedua parpol itu ramai2 membantah kedua artis yang tersandung kasus narkoba itu caleg mereka dalam pemilu nanti.

Saat ini diperkirakan ada lebih dari 4 juta orang yang menjadi pecandu narkoba. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya. BNN memperkirakan tahun 2015 mendatang angka pengguna narkoba ditanah air akan meningkat 34 %. Sehingga jumlahnya akan melampaui angka 5,1 juta orang.

Kontributor

Iffah Nur Arifah

Iffah Nur Arifah

Reporter

Iffah adalah jurnalis Radio Australia pertama yang berbasis di Jakarta. Liputannya mencakup berbagai peristiwa politik, ekonomi dan sosial yang terjadi di Indonesia.