Harus belajar dari pengalaman banjir: kalangan bisnis Jakarta

Harus belajar dari pengalaman banjir: kalangan bisnis Jakarta

Harus belajar dari pengalaman banjir: kalangan bisnis Jakarta

Diperbaharui 30 January 2013, 9:10 AEST

Kalangan bisnis Jakarta mengatakan, kegagalan pemda DKI untuk menarik pelajaran dari banjir dapat mengakibatkan bencana ekonomi.

Komunitas bisnis Jakarta mengatakan, pemerintah seharusnya belajar dari pengalaman banjir sebelumnya.

Jakarta sedang melakukan pembersihan setelah bencana banjir yang melumpuhkan lebih seminggu lalu.

Hujan lebat yang tadinya diprediksi akan turun lagi ternyata tidak terjadi dan keadaan darurat telah berlalu.

Warga kini mempertanyakan tentang sistem pengelolaan banjir di ibukota.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Jakarta, Sarman Simanjorang, mengatakan, kegagalan melakukan perbaikan pada sistem kanal akan menciptakan resiko yang sangat besar.

"Jika masalah ini tidak terpecahkan, kami khawatir di masa depan banjir akan lebih buruk dan akan melumpuhkan ekonomi Jakarta," kata Simanjorang kepada Australia Network.

Kelompok-kelompok bisnis mengatakan, distribusi dan hubungan pelabuhan terputus selama banjir dan orang-orang tidak dapat pergi ke tempat kerja.

Perencana kota, Marco Kusumawijaya, mengatakan, pihak berwenang tidak menghiraukan tanda-tanda bahwa sebuah tanggul dekat rumahnya - yang kemudian bobol - sudah lemah.

Dirjen Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum, Dr Mohammad Hasan, mengatakan, pemerintah menyadari perlunya perbaikan dalam pemeliharaan sistem kanal Jakarta.

Gubernur DKI, Joko Widodo, sudah mulai membenahi sistem penanganan banjir sebelum banjir paling akhir itu, dan kini lebih mempergiat lagi.

Pemerintah pusat juga telah mengatakan akan mempercepat beberapa proyek penanganan banjir.

 

Floods tarnish Jakarta's business image Video: Floods tarnish Jakarta's business image (Newsline)