Presiden Korsel beri amnesti sekutu-sekutunya yang korup

Presiden Korsel beri amnesti sekutu-sekutunya yang korup

Presiden Korsel beri amnesti sekutu-sekutunya yang korup

Terbit 30 January 2013, 11:47 AEDT

Presiden Korea Selatan yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Lee Myung-bak, telah menimbulkan kontroversi karena memberi pengampunan kepada sejumlah teman dan rekan yang dipenjarakan karena korupsi.

Hanya beberapa hari sebelum masa jabatan kepresidenannya berakhir,  Lee Myung-bak mengeluarkan amnesti khusus kepada 55 orang, termasuk mantan menteri, teman-teman dan orang kepercayaannya.

Lee memberi amnesti kepada mantan menteri dan orang kepercayaannya Choi See-Joong  dan pengusaha yang juga temannya, Chun Shin-Il, keduanya menjalani hukuman penjara karena kasus suap setelah dinyatakan bersalah tahun lalu atas peranan mereka dalam skandal pembelian suara dalam partai yang memerintah pimpinan Lee.

Mantan ketua Parlemen Park Hee-Tae dan seorang mantan asisten senior urusan politik juga mendapat pengampunan.

Pengganti Lee sebagai presiden, Park Geun-hye, mencela amnesti itu sebagai penyalah-gunaan wewenang kepresidenan dan tidak mengindahkan keinginan rakyat.

Tapi jurubicara Lee mengatakan kepada para reporter bahwa amnesti itu legal dan dapat dibenarkan.

Kakak laki-laki Presiden, Lee Sang-Deuk, yang dinyatakan bersalah dan divonis minggu lalu dua tahun penjara karena korupsi, tidak termasuk diantara yang menerima amnesti.

Sebelumnya sempat muncul spekulasi bahwa kasus kakaknya dipercepat di pengadilan supaya ia berhak mendapat pengampunan presiden.

Park, yang sebelumnya mendesak Lee agar tidak memberi amnesti, merasa "sangat disesalkan" bahwa Lee memutuskan untuk tetap memberi amnesti, kata seorang jurubicara.

Lee dan Park sama-sama dari New Frontier Party yang berhaluan konservatif.

Hak Presiden Korea Selatan untuk memberi amnesti diatur dalam konstitusi dan seringkali dilakukan pada hari libur nasional yang penting dan pada akhir masa jabatan.