Rencana larangan merokok di pusat kota Melbourne

Rencana larangan merokok di pusat kota Melbourne

Rencana larangan merokok di pusat kota Melbourne

Diperbaharui 30 January 2013, 17:40 AEDT

Seorang anggota Dewan Kota Melbourne mengusulkan percobaan pelarangan merokok total di pusat kota Melbourne. Usulan tersebut mencanangkan pelarangan merokok di semua wilayah publik, termasuk di trotoar, jalan, dan ruang terbuka umum.

Anggota dewan kota Melbourne yang baru terpilih, Richard Foster, sedang berada dalam tahap terakhir penulisan proposal larangan total merokok di wilayah administrasinya.

Robert Foster berkata bahwa perokok bisa merokok di luar batas administrasi kota dan di ruang-ruang pribadi, selama ruangan tersebut bukan tempat makan umum, dan dia menambahkan mungkin harus ada ruangan-ruangan khusus merokok.

"Ini akan mengirimkan pesan bahwa merokok tidak baik untuk Anda dan tidak baik untuk orang-orang di sekitar Anda," katanya.

Dia mengatakan dewan kota belum menyatakan persetujuan atas usulan itu, tapi dia yakin akan mendapatkan dukungan untuk larangan merokok di semua jalan umum, di trotoar, dan di ruangan terbuka umum. 

"Kami mendapatkan banyak keluhan dari warga dan dari mereka yang berbelanja di pusat kota ini, bahwa sangat sulit untuk berjalan satu blok di kota tanpa harus melewati asap rokok," katanya.

"Ini akan menempatkan Melbourne sebagai kota internasional, menjadi pemimpin untuk mengurangi jumlah perokok dan tentunya mengurangi pengaruh yang didapat perokok pasif.

Juru bicara organisasi yang membantu mereka yang ingin berhenti merokok, Quit Victoria, Kylie Lindorff, mengatakan dia menerima pelarangan merokok yang lebih ketat, tapi tidak yakin pelarangan secara total akan bisa berfungsi dengan baik.

"Kami pikir ada banyak hal yang patut dipuji dalam proposal ini," katanya.

Kami tentu mendukung pelarangan merokok sebagai sebuah prioritas di tempat makan dan minum di luar dan juga di tempat-tempat seperti pintu masuk dan keluar ke bangunan, dan juga mall bebas rokok."

"Pelarangan total mungkin akan sulit diimplementasikan dan kami tertarik untuk melihat bagaimana mereka akan mencanangkan hal tersebut."