Politisi berinisial LHI, tersangka kasus suap ijin impor daging sapi

Politisi berinisial LHI, tersangka kasus suap ijin impor daging sapi

Politisi berinisial LHI, tersangka kasus suap ijin impor daging sapi

Diperbaharui 31 January 2013, 11:45 AEST

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah terjadi kasus suap ijin impor daging sapi.

Lembaga anti korupsi ini juga sudah menetapkan 4 sebagai tersangka, salah satunya adalah politisi Senayan berinisial LHI.

Kepastian terlibatnya anggota DPR berinisial LHI dalam kasus dugaan suap ijin impor sapi diungkap juru bicara KPK, Johan Budi. Dalam keterangan persnya Rabu (30/1) malam, Johan Budi mengatakan LHI adalah satu dari 4 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ijin impor daging sapi.

“Dari hasil Gelar perkara, KPK menyimpulkan kita telah memiliki dua alat bukti yang cukup yang dilakukan oleh JE dan AAE selaku pemberi kepada AF. Dan kemudian kita temukan 2 alat bukti yang cukup yang bisa dikaitkan salah satu anggota DPR atas nama LHI,” papar Johan Budi.

Keterlibatan LHI ini terendus dari transaksi suap yang dilakukan oleh 3 orang yakni AE dan AAE dari PT. Intiguna Utama, salah satu perusahaan importir daging sapi di Jakarta dan AF seorang kurir. Mereka tertangkap tangan oleh petugas KPK pada Selasa (29/1) malam di Jakarta dengan barang bukti berupa uang senilai Rp.1 milyar, beberapa buku tabungan dan sejumlah dokumen. Dari hasil pemeriksaan diketahui, uang tersebut hendak diserahkan AF sang kurir kepada LHI.

“Uang itu ditemukan di jok kursi belakang dalam tas kresek warna hitam di mobil AF.”

Johan  budi menambahkan KPK hingga kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap JE, AAE dan AF yang sudah diamankan KPK sejak Selasa (29/1) malam.

Sementara bagi LHI, KPK menurut rencana pada Kamis (31/1) akan memanggil LHI untuk dimintai keterangan dan akan menerbitkan surat cekal bagi LHI untuk bepergian ke luar negeri.

LHI merujuk pada Presiden PKS.

KPK sendiri  tidak merinci secara pasti dari komisi dan fraksi mana LHI, namun dari daftar anggota yang dimuat situs resmi DPR yakni www.DPR.go.id, anggota DPR dengan inisial LHI merujuk pada Luthfi Hasan Ishak, Presiden Partai Keadilan Sejahtera yang juga anggota komisi 1 DPR.

Rumor ini dikuatkan dengan kesibukan yang terjadi di PKS, pasca keluarnya pengumuman KPK.

Tidak berselang lama setelah pengumuman ini, Luthfi Hasan Ishak memimpin rapat tertutup dengan pimpinan DPP PKS di markas mereka di TB Simatupang Jakarta. Usai rapat tertutup pukul 23.15 wib, Luthfi Hasan Ishak tidak berkomentar banyak kepada pers.

"Saya belum tau, saya pelajari dulu masalahnya. Saya belum bisa berkomentar banyak," jawabnya pendek.

Kontributor

Iffah Nur Arifah

Iffah Nur Arifah

Reporter

Iffah adalah jurnalis Radio Australia pertama yang berbasis di Jakarta. Liputannya mencakup berbagai peristiwa politik, ekonomi dan sosial yang terjadi di Indonesia.