Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak dijemput KPK

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak dijemput KPK

Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak dijemput KPK

Diperbaharui 31 January 2013, 11:43 AEDT

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishak dijemput petugas penyidik KPK di kantor Dewan Pimpinan Pusat – DPP PKS di Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan.

Luthfi Hasan Ishak diduga terlibat dalam kasus suap ijin impor daging sapi.

Penjemputan Luthfi Hasan Ishak ini berlangsung sesaat setelah Luthfi Hasan Ishak menggelar rapat tertutup dengan jajaran DPP PKS sekitar pukul 23.00 wib, guna menyikapi penetapan 4 tersangka dalam kasus dugaan suap ijin impor daging sapi oleh KPK yang melibatkan seseorang berinisial sama dengan dirinya LHI. Sesaat sebelum dijemput penyidik KPK, Luthfi Hasan Ishak sempat memberikan keterangan pers, namun anggota komisi 1 DPR itu tidak berkata banyak.

"Saya tidak tau, saya masih pelajari dulu masalahnya. Saya belum bisa berkomentar," ujarnya singkat kepada pewarta yang menjubeli kantornya Rabu malam.

Penjemputan penyidik KPK ini mengkonfirmasi rumor yang beredar santer di media yang menyebut politisi PKS itu tersangkut dalam kasus dugaan suap ijin impor daging sapi. Namun rumor ini dibantah keras sejumlah pengurus PKS. Rumor itu sendiri merebak sejak Rabu dini hari KPK menangkap tangan sejumlah orang yang sedang bertransaksi suap di sebuah hotel berbintang di Jakarta.

Dalam keterangan persnya sebelumnya, juru bicara KPK, Johan Budi menyatakan KPK telah menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan suap ijin impor daging sapi yang terungkap Rabu kemarin. ke-4 tersangka itu berinisial JE, AAE, AF dan LHI.

“Dari hasil Gelar perkara, KPK menyimpulkan kita telah memiliki dua alat bukti yang cukup yang dilakukan oleh JE dan AAE selaku pemberi kepada AF. Dan kemudian kita temukan 2 alat bukti yang cukup yang bisa dikaitkan salah satu anggota DPR atas nama LHI,” papar Johan Budi.

Keterlibatan LHI ini terendus dari transaksi suap yang dilakukan oleh 3 orang yakni  AE dan AAE dari PT. Intiguna Utama, salah satu perusahaan importir daging sapi di Jakarta dan AF seorang  kurir. Mereka tertangkap tangan oleh petugas KPK pada Selasa (29/1) malam di Jakarta dengan barang bukti berupa uang senilai Rp.1 milyar, beberapa buku tabungan dan sejumlah dokumen. Dari hasil pemeriksaan diketahui, uang tersebut hendak diserahkan AF sang kurir kepada LHI.

“Uang itu ditemukan di jok kursi belakang dalam tas kresek warna hitam di mobil AF.”

Usai dijemput, Luthfi Hasan Ishak langsung dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan. Penjemputan ini terbilang mendadak, pasalnya dalam konferensi persnya juru bicara KPK Johan Budi menyatakan KPK baru akan memanggil LHI untuk dimintai keterangan pada Kamis (31/1) ini. 

Keterlibatan politisi PKS, dalam kasus dugaan suap impor daging sapi ini bukan kabar baru. Beberapa waktu lalu Indonesia Corruption Watch merilis data yang mensinyalir adanya konflik kepentingan politikus Partai Keadilan Sejahtera PKS dalam kasus impor daging sapi. Lembaga antikorupsi ini mengatakan kecurigaan itu terlihat dari porsi impor yang dinilai tak adil, yang diterima kompetitor resmi. Rilis ICW ini juga dikuatkan laporan majalah Tempo beberapa waktu lalu yang menemukan adanya permainan dalam izin impor daging yang melibatkan politikus PKS.

Kontributor

Iffah Nur Arifah

Iffah Nur Arifah

Reporter

Iffah adalah jurnalis Radio Australia pertama yang berbasis di Jakarta. Liputannya mencakup berbagai peristiwa politik, ekonomi dan sosial yang terjadi di Indonesia.