Cina hukum dua warga Tibet karena hasut aksi bakar diri

Cina hukum dua warga Tibet karena hasut aksi bakar diri

Cina hukum dua warga Tibet karena hasut aksi bakar diri

Terbit 1 February 2013, 10:32 AEST

Dua warga Tibet menerima hukuman berat, setelah dituduh mendorong aksi bakar diri.

Pengadilan di Cina telah memvonis seorang biksu Tibet hukuman mati yang ditangguhkan, dan keponakannya hukuman penjara 10 tahun karena menghasut delapan orang untuk membakar diri.

Ini adalah pertama kalinya seorang dihukum karena menghasut protes seperti itu.

Jampir 100 warga Tibet telah melakukan aksi bakar diri sejak 2009 sebagai protes menentang pemerintahan Cina, sebagian besar meninggal karena luka-lukanya.

Lorang Konchok, 40, divonis mati - dengan penangguhan dua tahun - di Aba, provinsi Sichuan.

Pada prakteknya, hukuman mati dengan penangguhan dua tahun diperingan menjadi hukuman penjara seumur hidup atau kemudian dikurangi.

Keponakannya, Losang Tsering, 31, divonis penjara 10 tahun.

Desember lalu, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Lorang Konchok, yang ditahan bersama keponakannya pada bulan Agustus, mengaku kepada polisi bahwa ia mengikuti instruksi dari pemimpin spiritual Tibet dalam pengasingan, Dalai Lama, dan para pengikutnya.

Menurut Xinhua, keduanya menyampaikan informasi tentang setiap insiden bakar diri, termasuk foto-foto, kepada wakil-wakil di luar negeri dari sebuah organisasi kemerdekaan Tibet melalu HP.

Cina sudah berulang-kali menuduh Dalai Lama mendorong aksi bakar diri.

Tapi pemimpin spiritual Tibet itu mengatakan, ia tidak mendorong aksi bakar diri, tapi menyebutnya "dapat dimengerti".

Ia berseru kepada Cina untuk menginvestigasi insiden bakar diri.

Minggu lalu, polisi Cina menahan seorang lagi pria Tibet yang dituduh mendorong seorang biksu untuk membakar diri sampai mati.

Sementara itu, ribuan warga Tibet melancarkan aksi protes di ibukota India sebagai bagian dari kampanye baru untuk memberi tekanan global terhadap Cina dan menyoroti rentetan insiden bakar diri.

Warga Tibet dalam pengasingan di India dan sebagian dari Nepal membawa spanduk-spanduk di pusat kota New Delhi dan meneriakkan slogan-slogan yang meminta komunitas internasional agar menekan Cina.